Amalan dan Doa Malam Nisfu Syaban

Salat
Salat | ist

FORUM KEADILAN – Malam Nisfu Syaban jatuh pada Sabtu, 24 Februari 2024.

Malam Nisfu Syaban merupakan salah satu waktu yang mulia dan istimewa dalam agama Islam. Pada malam ini, tidak hanya dipenuhi dengan berkah, tetapi juga dianggap sebagai malam di mana seluruh doa dikabulkan oleh Allah SWT.

Bacaan Lainnya

Ini lah momen yang diberikan Allah untuk memohon, bertawakal, dan memperkuat ikatan spiritual dengan-Nya.

Berikut amalan yang harus dilaksanakan saat Malam Nisfu Syaban.

1. Perbanyak Salat Sunnah

Salah satu salat sunnah yang dianjurkan adalah Salat Nisfu Syaban.

أُصَلِّي سُنَّةَ نِصْفِ شَعْبَانَ رَكْعَتَيْنِ لِلَّهِ تَعَالَى، اللهُ أَكْبَرُ

Usholli sunnata lailati nisfu sya’baana rok’ataini lillahi ta’alaa.

Artinya“Saya shalat sunnah malam Nisfu Syaban dua rakaat karena Allah Ta’ala.”

Dianjurkan membaca surat Al-Ikhlas sebanyak 10x di setiap rakaatnya.

2. Membaca Yasin Tiga Kali

Menurut Ad-Dairaby dalam kitab Mujribat, ada salah satu amalan di malam Nisfu Syaban, yaitu membaca Surat Yasin tiga kali dengan niat sebagai berikut:

  1. Surat Yasin pertama: Untuk memohon panjang umur (yang barakah) dan ketaatan/ketaqwaan serta dapat istiqamah kepada Allah SWT.
  2. Surat Yasin kedua: Untuk memohon dijauhkan dari segala bentuk musibah, fitnah, bala/marabahaya lahir batin. Serta Allah memberikan keluasan rezeki yang halal dan berkah.
  3. Surat Yasin ketiga: Niat dilakukan untuk memohon keteguhan iman dari Allah SWT.

Setiap selesai membaca Surat Yasin dilanjutkan membaca doa berikut.

اَللَّهُمَّ ياَ ذَا الْمَنِّ وَلاَ يُمَنُّ عَلَيْكَ , يَا ذَا الْجَلاَلِ وَالإِكْرَامِ , يَا ذَا الطَّوْلِ وَالإِنْعَامِ, لاَ اِلَهَ اِلاَّ اَنْتَ ظَهَرَ اللَّاجِيْن, وَجَارَ الْمُسْتَجِيرِين , وَمَأْمَنَ الْخَائِفِيْنَ , اَللَّهُمَّ اِنْ كُنْتَ كَتَبْتَنِي عِنْدَكَ فيِ اُمِّ الْكِتَابِ شَقِيًّا اَوْ مَحْرُوْمًا اَوْ مَطْرُوْدًا اَوْ مُقَتَّرًا عَلَيَّ فيِ الرِّزْقِ, فَامْحُ اَللَّهُمَّ بِفَضْلِكَ شَقَاوَتيِ وَحِرْمَانِي وَطَرْدِي وَإقْتَارَ رِزْقِي , وَاَثْبِتْنِي عِنْدَكَ فيِ اُمِّ الْكِتَابِ سَعِيْدًا مَرْزُوْقًا مُوَفَّقًا لِلْخَيْرَاتِ, فَاِنَّكَ قُلْتَ وَقَوْلُكَ الْحَقُّ فيِ كِتَابِكَ الْمُنْزَلِ على لِسَانِ نَبِيِّكَ الْمُرْسَلِ , ( يَمْحُو اللهُ مَا يَشَاءُ وَيُثْبِتُ وَعِنْدَهُ اَمُّ الْكِتَابِ) , اِلَهِي بِالتَّجَلِّي الأَعْظَمِ , فيِ لَيْلَةِ النِّصْفِ مِنْ شَهْرِ شَعْبَانَ الْمُكَرَّم, اَلَّتِي يُفْرَقُ فِيهَا كُلُّ اَمْرٍ حَكِيْم وَيُبْرَمْ , اِصْرِفْ عَنِّي مِنَ الْبَلاَء ِماَ اَعْلَمُ وَمَا لاَ اَعْلَمُ وَمَا أَنْتَ بِهِ أَعْلَمُ إِنَّكَ أَنْتَ اْلأَعَزُّ اْلأَكْرَمُ وَاَنْتَ عَلاَّمُ الْغُيُوب بِرَحْمَتِكَ ياَ اَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ, وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اٰلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمْ

Allahumma Ya Dzal Manni wa la yumannu ‘alaik, Ya Dzal jalali wal ikram, Ya Dzat thowli wal in’aam, laa ilaha illa Anta zhaharallajin wa jaarol-mustajiiriin wa ma’manal khaa’ifin. Allahumma in kunta katabtani ‘indaka fi ummil kitabi syaqiyyan aw mahruman aw muqtarran ‘alayya fir rizqi, famhullahumma bifadhlika syaqawati wa hirmani waiqtara rizqi, wa atsbitni ‘indak fii ummil Kitabi sa’iidan marzuuqan muwaffaqon lil khairoot.

Fa innaka qulta wa qawlukal haqqu fi kitabikal munzal ‘ala lisani Nabiyyikal mursal, (yamhullahu ma yasya’u wa yutsbitu, wa ‘indahu ummul kitab). Ilaahii bittajallil A’zhomi fii lailatin Nishfi min Syahri Sya’baanil mukarram, Allatii yufraqu fiihaa kullu amrin hakiim wa yubram. Ishrif ‘annii minal balaa i maa a’lamu wa maa laa a’lamu wa ma Anta Bihi A’lamu Innaka Antal A’azzul Akromu wa Anta ‘Allaamul ghuyuubi birahmatika yaa Arhamar raahimiin. Wa shollallaahu ‘alaa Sayyidinaa Muhammadin wa ‘alaa Aalihii wa shahbihi wasallama.

Artinya: “Ya Allah Tuhanku, wahai Yang memiliki anugerah dan tiada yang memberi anugerah kepada-Mu, wahai Yang mempunyai keagungan dan kemuliaan, wahai yang mempunyai kekuasaan dan yang memberi nikmat, tiada Tuhan yang berhak di sembah kecuali Engkau, tempat bernaung bagi orang-orang yang mengungsi, tempat berlindung bagi orang-orang yang memohon perlindungan dan tempat yang aman bagi orang-orang yang ketakutan. Ya Allah Tuhanku, jika Engkau telah menetapkan diriku di dalam Ummul Kitab (Lauh Mahfuz) yang berada di sisi-Mu sebagai orang yang celaka, terhalang, terusir atau disempitkan rezekinya sudilah kiranya Engkau menghapuskan. Ya Allah Tuhanku, berkat karunia-Mu apa yang ada dalam Ummul Kitab yaitu perihal diriku sebagai orang yang celaka, terhalang, terusir dan sempit rezeki. Dan sudilah kiranya Engkau menetapkan di dalam Ummul Kitab yang ada di sisi-Mu agar aku menjadi orang yang berbahagia, mendapat rezeki yang banyak lagi beroleh kesuksesan dalam segala kebaikan.

Karena sesungguhnya Engkau telah berfirman di dalam kitab-Mu dan firman-Mu adalah benar yang diturunkan melalui lisan Nabi yang Engkau utus, “Allah menghapuskan apa yang Dia kehendaki dan menetapkan, dan di sisi-Nya ada Ummul Kitab.” Ya Tuhanku, Berkat penampilan yang maha besar (dari rahmat-Mu) pada malam pertengahan bulan Sya’ban yang mulia ini diperincikanlah segala urusan yang ditetapkan dengan penuh kebijaksanaan. Sudilah kiranya Engkau menghindarkan diriku dari segala bencana yang aku ketahui dan yang tidak ku ketahui serta yang lebih Kau ketahui (dari diriku), dan Engkau Maha Mengetahui segala yang gaib, berkat rahmat-Mu wahai yang Maha Penyayang di antara para penyayang. Dan semoga Allah melimpahkan rahmat kepada junjungan kita Nabi Muhammad beserta keluarga dan para sahabatnya, semoga Dia melimpahkan salam sejahtera (kepada mereka).”

3. Membaca Tasbih Nabi Yunus Sebanyak 2.375 kali.

 لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ سُبْحَانَكَ إِنِّي كُنْتُ مِنَ الظَّالِمِينَ

La ilaha illa anta subhanaka inni kuntu minaz-zalimin.

Artinya: “Tiada Tuhan selain Engkau, Maha Suci Engkau, aku benar-benar termasuk orang-orang yang zalim.”

4. Memperbanyak Doa

اَللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ كَرِيْمٌ تُحِبُّ العَفْوَ فَاعْفُ عَنَّا ياَ كَرِيْمُ.
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ وَالْمُعَافَاةَ الدَّائِمَةَ فِي الدِّينِ وَالدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ

Allahumma innaka a’fuwun karimun tuhibbul a’fwa faa a’fu a’nnaa yaa karimullahumma inni asyalukal a’fwa wal a’fiyata wal mua’faatadda imatafidini waddunyaa wal akhirati.

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya engkau Maha Pengampun dan menyukai sifat pemaaf, maka ampunilah kami wahai dzat yang maha mulia. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu pengampunan, kesehatan dan pemeliharaan yang berkesinambungan dalam hal agama, dunia dan akhirat.”

Selain doa di atas, Anda dapat membaca doa taubat Nabi Adam:

اللّهُمّ إِنّكَ تَعْلَمُ سِرِّيْ وَعَلَانِيَتِيْ فَاقْبَلْ مَعْذِرَتِيْ وَتَعْلَمُ حَاجَتِيْ فَأَعْطِنِيْ سُؤَالِيْ وَتَعْلَمُ مَا فِيْ نَفْسِيْ فَاغْفِرْلِيْ ذَنْبِيْ. اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ إِيْمَانًا يُبَاشِرُ قَلْبِيْ وَيَقِيْنًا صَادِقًا حَتَّى أَعْلَمَ أَنَّهُ لَا يُصِيْبُنِيْ إِلَّا مَا كَتَبْتَ لِي وَأَرْضِنِيْ بِمَا قَسَّمْتَ لِي

Allahumma innaka ta’lamu syirri wa a’la niyatii faakbal maa’jiratii wa ta’lamu haazatii fa aa’tinii syuwalii wata’lamu maa fii nafsyii faagfirki janbii. Allahumma inni asyaluka iymaa naan yubaa syyiru kolbii wayakiynaan shoodikon hatta a’lama annahu laa yushibunni illa maa katabta li waar dhini bimmaa kosyamta lii.

Artinya: “Ya Allah, sungguh Engkau tahu apa yang tersembunyi dan tampak dariku, karena itu terimalah penyesalanku. Engkau tahu kebutuhanku, maka kabulkanlah permintaanku. Engkau tahu apa yang ada dalam diriku, maka ampunilah dosaku. Ya Allah sungguh aku memohon kepada-Mu iman yang menyentuh kalbuku dan keyakinan yang benar sehingga aku tahu bahwa tidak akan menimpaku kecuali telah Engkau tetapkan atasku. Ya Allah berikanlah rasa rela terhadap apa yang Engkau bagi untuk diriku.”

5. Membaca Surat Ad-Dukhan

Imam al-Saraji menyebutkan bahwa barangsiapa membaca awal surat Ad-Dukhan hingga ayat ke-8 dari awal bulan Sya’ban hingga 15 Sya’ban sebanyak 30x, kemudian ia berzikir dan bershalawat kepada Nabi SAW dan berdoa dengan apa yang ia kehendaki, niscaya doanya akan dikabulkan dengan segera.

6. Berpuasa

Berikut niat puasa Nisfu Syaban:

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ شَعْبَانَ لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnati Sya’bana lillâhi ta’âlâ.

Artinya: “Aku berniat puasa sunnah Syaban esok hari karena Allah SWT.”*

Laporan Rini Haryani