Ganjar Siap Terapkan Program Baznas Jateng ke Nasional Jika Menang Pilpres 2024

Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar Pranowo-Mahfud MD merilis official merchandise Ganjar-Mahfud | ist
Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar Pranowo-Mahfud MD merilis official merchandise Ganjar-Mahfud | ist

FORUM KEADILAN – Calon presiden (capres) nomor urut 3 Ganjar Pranowo mengatakan, siap menerapkan program optimalisasi yang sudah dilakukan pada Badan Amal Zakat Nasional (Baznas) Jawa Tengah (Jateng) ke tingkat nasional jika menang di Pilpres 2024.

Diketahui, awalnya Baznas Jateng hanya menerima zakat sebanyak ratusan juta rupiah per bulan, namun setelah Ganjar menjabat sebagai Gubernur Jateng, bertambah hingga Rp6 miliar.

Bacaan Lainnya

Ganjar bersama calon wakil presiden-nya, Mahfud MD, berkomitmen membawa program Baznas ke tingkat nasional dengan mengoptimalkan Baznas sebagai salah satu sumber keuangan untuk suksesnya program kesejahteraan masyarakat.

“Dulu, sebelum kami datang, Baznas Jateng hanya mendapat Rp300 juta sebulan, tapi setelah kami kelola dan dibuatkan sistem potongan langsung atau payroll, jumlahnya naik signifikan menjadi Rp6 miliar per bulan. Itu lah kenapa Baznas Provinsi Jateng selalu menjadi percontohan nasional,” kata Ganjar dalam keterangan tertulis, dikutip, Selasa, 26/12/2023.

Ganjar menuturkan, uang yang terkumpul dari para aparatur sipil negara di lingkungan Pemprov Jateng digunakan untuk sejumlah kepentingan masyarakat, seperti membantu pembangunan tempat ibadah, membayar rumah sakit, beasiswa, membangun rumah layak huni, insentif guru ngaji, dan lain sebagainya.

“Dan itu penggunaannya tidak butuh menunggu mekanisme anggaran yang ribet. Langsung bisa pakai asal persyaratan sesuai. Bahkan, tidak hanya untuk kebutuhan konsumtif tapi juga untuk kebutuhan produktif, seperti pelatihan, modal usaha, dan lainnya,” terang Ganjar.

Ganjar juga berkomitmen membawa banyak praktik baik lain di Jateng ke tingkat nasional, seperti pembuatan sekolah asrama gratis untuk warga miskin, pemberian insentif guru keagamaan dan lainnya.

“Itu yang akan kami replikasi dan metodenya tidak terlalu sulit. Kalau itu dilakukan, maka potensi Baznas bisa sangat tinggi,” tutupnya.*