Tak Gentar dengan Gemoy, AMIN Konsisten Kampanye Gagasan

Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar atau Cak Imin resmi mendaftar sebagai pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) 2024-2029 di gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jakarta Pusat, Kamis, 19/10/2023 | Ari Kurniansyah/Forum Keadilan
Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar atau Cak Imin resmi mendaftar sebagai pasangan calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) 2024-2029 di gedung Komisi Pemilihan Umum (KPU), Jakarta Pusat, Kamis, 19/10/2023 | Ari Kurniansyah/Forum Keadilan

FORUM KEADILAN – Juru bicara (Jubir) Anies Baswedan, Angga Putra Fidrian mengatakan julukan ‘gemoy‘ yang melekat pada Prabowo Subianto tidak akan berpengaruh pada pihaknya. Pasangan Anies dan Muhaimin Iskandar (AMIN) akan tetap konsisten memakai kampanye gagasan.

“Ya kita konsisten pada kampanye gagasan, dari awal sampai akhir itu, dan itu sudah disepakati dari awal bahwa kita akan fokus di kampanye gagasan,” ucapnya kepada Forum Keadilan, Senin 27/11/2023.

Bacaan Lainnya

Angga menilai, efektivitas dari narasi ‘gemoy’ itu sendiri tergantung dari maknanya. Jika narasi politik itu dinilai sebagai strategi Prabowo-Gibran, dirinya tidak mempermasalahkan. Sebab, ia tidak memiliki kapasitas untuk mengomentari strategi paslon lain.

“Efektif atau enggaknya nanti, yang punya slogan kampanye itu. Saya bukan kapasitas menilai strategi orang. Setiap orang punya strateginya masing-masing. Kalau menilai efektif menurut dia ya, bisa dikerjakan saja sama mereka,” ujarnya.

Namun menurutnya, gimmick politik tanpa memiliki gagasan tidak akan efektif. Pasangan AMIN juga menganggap bahwa memiliki gagasan jauh lebih baik.

“Ya tentunya punya gagasan untuk meraup suara, tapi kalau dari Anies sendiri memang, sebisa mungkin ketika forumnya itu, forum tebar gagasan,” katanya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Majelis Syuro PKS Mohamad Sohibul Iman menyinggung tentang adanya pihak lain yang lebih memprioritaskan gimmick politik berupa ‘gemoy’. Menurutnya, gimmick politik seperti itu merupakan sesuatu yang tidak sehat.

“Seakan-akan yang bisa memimpin negeri ini adalah mereka yang gemoy, gemoy atau gemoy saya enggak tahu juga itu, Bib apa Bib? Gemoy apa gemoy? Gemoy atau santuy ini tentu sesuatu yang tidak sehat,” ujarnya.*

Laporan Ari Kurniansyah