Tersangka Perusak Masjid di Salaman Magelang Ditangkap

Masjid Al-Mahfudz, Dusun Krandan, Desa Kebonrejo, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang, yang viral terjadi perusakan. (IST)

FORUM KEADILAN – Tersangka perusak masjid di wilayah Salaman, Kabupaten Magelang, berhasil ditangkap. Tersangka berinisial F (30) berjenis kelamin perempuan itu kini masih menjalani pemeriksaan intensif.

“Alhamdulillah, pada hari ini, kami mendapatkan laporan dari Kapolsek Salaman bahwa terduga pelaku berhasil diamankan. Saat ini, sedang kita lakukan pengembangan dan kita bawa ke Polres untuk proses lebih lanjut,” kata Plt Kapolresta Magelang AKBP Mochammad Sajarod Zakun kepada wartawan di Polresta Magelang, Senin, 12/12/2022.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, video perusakan di masjid wilayah Salaman, Kabupaten Magelang, beredar di media sosial. Polisi turun tangan menyelidiki siapa pelakunya.

Baca juga:

Bupati Meranti tak Gubris Desakan Minta Maaf atas Ucapan Iblis-Setan

Baleg DPR Keluarkan RUU LLAJ dari Prolegnas Prioritas 2023

Video yang diunggah di akun Instagram @kotamagelang, seperti yang dilihat, Minggu, 11/12/2022 pukul 14.00 WIB, mendapat beragam respons dari netizen.

Unggahan tersebut diberi keterangan dengan narasi seseorang merusak dan mengotori masjid serta Al-Qur’an di Salaman, Magelang.

“Mohon Aparat Berwenang segera menindak lanjuti…,” demikian ditulis akun tersebut.

Peristiwa dalam video itu terjadi di Masjid Al-Mahfudz, Dusun Krandan, Desa Kebonrejo, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang.

“Kejadian kemarin, Sabtu, 10/12/2022, sekitar jam 09.00 WIB. Itu ada ibu-ibu mau ke kolam bawah, tahu-tahu di dalam masjid sudah terbakar. Ibu itu langsung memberitahu suaminya, kemudian ke sini langsung menyiram sama dibantu warga,” kata takmir Masjid, Muhammad Ashar (36), kepada wartawan, Minggu, 11/12/2022.

Menurut dia, yang terbakar berupa pembatas antara jemaah laki-laki dan perempuan. Kemudian tampak darah berceceran di sekitar tempat imam dan ditemukan pula pembalut.

“Yang terbakar itu kelambu, pemisah antara jemaah laki-laki dan perempuan. Bukan (seperti) kemarin (informasi yang) menyebar Al-Qur’an (yang dibakar). Qur’an itu, cuma pembalut perempuan itu yang berceceran di dalam dan ada darah-darah. Pembalut itu kan ada darah-darahnya di sekitar pengimaman dan juga ada di belakang, tengah. Ada sekitar empat atau berapa itu, pembalut,” katanya.

Setelah kejadian tersebut, masjid langsung dibersihkan. Warga menduga pelakunya orang dengan gangguan jiwa (ODGJ). Kejadian serupa di masjid tersebut sudah ketiga kali ini. Pertama sekitar bulan September, saat itu Alquran diberi air dan ada botol-botol yang ditinggalkan. Kemudian yang kedua, Senin (31/10), saat itu ada pembalut. Lalu ada darah berceceran di kitab untuk khotbah.

“Ya benar, kejadian sudah tiga kali. Yang pertama nggak mencurigakan kayak kitab-kitab sama Quran dikasih air, sebelahnya ada botol-botol,” tuturnya.*