Komisi X Keberatan Guru Dijadikan Pembantu BGN dalam Program MBG
FORUM KEADILAN – Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani menegaskan, pihaknya keberatan apabila guru dibebani tugas layaknya pembantu Badan Gizi Nasional (BGN) dalam pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurut Lalu, tugas utama guru adalah mengajar dan mendidik para siswa. Namun, dalam pelaksanaan program MBG di sekolah, guru justru turut menangani berbagai pekerjaan teknis, mulai dari membagikan makanan hingga mengumpulkan wadah makanan atau ompreng.
“Seharusnya BGN berterima kasih kepada guru. Guru yang seharusnya mengajar, mendidik, malah menjadi pembantu BGN. Nah, ini kami keberatan kalau guru dijadikan sebagai pembantu BGN,” katanya, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 14/9/2026.
Ia menilai, apabila guru memang dilibatkan untuk membantu menyukseskan program MBG, maka kontribusi tersebut harus diperhatikan dan diapresiasi. Salah satunya dengan memberikan insentif kepada para guru yang terlibat.
“Kalaupun misalnya guru diikutsertakan di dalam menyukseskan program MBG ini, ya tolong perhatikan. Tolong perhatikan, ya, berikan insentif,” ujarnya.
Lalu menyoroti pembagian tugas dalam pelaksanaan MBG di sekolah. Menurutnya, petugas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) selama ini hanya mengantarkan makanan ke sekolah dan meletakkannya, sementara proses pembagian kepada siswa hingga pengumpulan ompreng justru dilakukan oleh guru.
“Jangan hanya petugas SPPG mengantar makanan, meletakkan itu, kemudian ditinggal. Yang membagikan itu kan guru-guru, yang mengumpulkan ompreng juga guru-guru,” ucapnya.
Bahkan Lalu mengungkapkan, terdapat guru yang secara sukarela mencuci ompreng setelah program MBG selesai dilaksanakan di sekolah.
“Bahkan ada guru-guru kita saking rajinnya, itu mencuci ompreng di sekolah. Nah ini, tolong diapresiasi,” tegasnya.
Atas kondisi tersebut, Lalu mengatakan, pihaknya telah meminta Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti untuk berkoordinasi langsung dengan Kepala BGN. Hal itu dilakukan agar perhatian terhadap beban dan peran guru dalam pelaksanaan program MBG dapat ditingkatkan.
“Bahkan di rapat terakhir kami dengan Mendikdasmen kemarin, kami minta Mendikdasmen untuk bertemu Kepala BGN agar lebih aware, agar lebih memperhatikan guru-guru kita,” pungkasnya.*
Laporan oleh: Novia Suhari
