Senin, 14 September 2026
Menu

Menkes Benarkan Siswa Karo Korban Keracunan MBG Dirujuk ke RSCM Sesuai Permintaan Wapres

Redaksi
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 14/9/2026 | Novia Suhari/Forum Keadilan
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 14/9/2026 | Novia Suhari/Forum Keadilan
Bagikan:

FORUM KEADILAN – Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin membenarkan bahwa siswa asal Kabupaten Karo, Sumatra Utara, yang menjadi korban keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG), menjalani pemeriksaan lanjutan di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta.

Budi mengatakan, pemeriksaan lanjutan tersebut dilakukan setelah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meminta agar siswa tersebut dibawa ke RSCM untuk mendapatkan penanganan lebih komprehensif.

“Jadi kejadian yang di Karo, untuk kita mengetahui kejadian masalah ini, kita konsul ke RSCM sama Harapan Kita, untuk segera meng-guide Rumah Sakit Adam Malik memeriksa kejadiannya seperti apa,” katanya, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 14/9/2026.

Menurutnya, tim dari Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Adam Malik sebelumnya telah bertemu dan memeriksa kondisi pasien. Tim medis juga telah melakukan sejumlah tindakan untuk merawat korban. Namun, kasus tersebut kemudian menjadi perhatian publik setelah ramai diberitakan dan viral di media sosial. Kondisi tersebut juga mendapat perhatian langsung dari Wapres Gibran yang kemudian mengunjungi korban.

“Dalam proses itu, kemudian itu ramai dan viral kan. Sehingga Pak Wapres ke sana. Waktu Pak Wapres ke sana, diminta agar kita membawa yang bersangkutan ke RSCM,” ujarnya.

Budi menjelaskan, keputusan membawa korban ke RSCM dilakukan karena rumah sakit tersebut memiliki sumber daya dokter dengan keahlian yang lebih lengkap dibandingkan RS Adam Malik.

“Kenapa? Karena dilihat bahwa RSCM memiliki kemampuan dokter-dokternya yang jauh lebih lengkap dibandingkan Rumah Sakit Adam Malik. Which is benar,” jelasnya.

Budi mengatakan, pihaknya telah mengumpulkan sejumlah dokter ahli di RSCM untuk melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi korban, sesuai arahan Wapres. Bahkan, Kementerian Kesehatan melibatkan dokter spesialis anak. Kemudian, karena kondisi korban berkaitan dengan sistem saraf, turut dilibatkan profesor yang ahli dalam bidang neurologi anak.

Selain itu, pemeriksaan juga melibatkan profesor di bidang psikiatri anak lantaran kondisi korban dinilai memiliki kemungkinan berkaitan dengan aspek kejiwaan.

“Ketiga, karena ini juga ada kaitannya dengan kejiwaan, kita ambil profesor yang bergerak di bidang psikiater anak,” tegasnya.

Kementerian Kesehatan juga melibatkan Ketua Kolegium Anak untuk melihat kondisi korban secara menyeluruh. Ahli lain di bidang penyakit dalam anak turut dipanggil untuk memastikan tidak ada masalah kesehatan lain yang belum teridentifikasi.

“Kita juga memanggil Ketua Kolegium Anak untuk melihat secara keseluruhan tuh seperti apa. Kita juga memanggil ahli anak yang mengerti mengenai penyakit dalam. Karena takutnya ada yang lain juga yang kita tidak tahu,” katanya.

Budi menyebut, saat ini seluruh tim dokter telah bekerja melakukan pemeriksaan terhadap korban. Ia berharap hasil pemeriksaan dapat segera diketahui. Akan tetapi, Budi menegaskan, dirinya tidak ingin berspekulasi mengenai kondisi korban sebelum hasil pemeriksaan dari para dokter ahli keluar.

“Saya kenapa saya nggak mau berspekulasi, karena lebih baik ahlinya,” pungkasnya.*

Laporan oleh: Novia Suhari