Senin, 14 September 2026
Menu

Sebut Marak Kecelakaan Kapal, DPR Singgung Lemahnya Pengawasan Ditjen Hubla

Redaksi
Ketua Komisi V DPR RI Lasarus | Ist
Ketua Komisi V DPR RI Lasarus | Ist
Bagikan:

FORUM KEADILAN – Ketua Komisi V DPR RI Lasarus menyoroti kecelakaan kapal KM Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa. Ia menilai, kecelakaan kapal kembali terjadi dalam rentang waktu yang cukup berdekatan.

Lasarus mengatakan, pihaknya prihatin atas kecelakaan tersebut, terlebih masih terdapat ratusan korban yang hingga kini belum ditemukan berdasarkan informasi terakhir dari Basarnas dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

“Ini kejadian yang kesekian kalinya dalam rentang waktu yang cukup pendek. Saya melihat, kami dari Komisi V, sepertinya masif sekali ini kejadian kecelakaan kapal dan ini masih ada ratusan korbannya yang belum ditemukan,” katanya kepada wartawan, Senin, 14/9/2026.

Sebagai pimpinan Komisi V DPR RI, Lasarus menyampaikan duka cita kepada para korban yang meninggal dunia serta keprihatinan terhadap korban yang hingga kini masih dalam pencarian.

“Kami mendorong terus untuk Basarnas melakukan upaya pencarian semaksimal mungkin, untuk kiranya seluruh korban bisa ditemukan tentunya,” ujarnya.

Lebih lanjut, Lasarus kembali menyoroti aspek pengawasan terhadap kelayakan kapal yang dilakukan Direktorat Jenderal Perhubungan Laut (Ditjen Hubla) Kementerian Perhubungan.

Menurutnya, kecelakaan tersebut tidak seharusnya terjadi apabila kapal telah dipastikan memenuhi standar keselamatan dan layak berlayar.

“Ini adalah rangkaian dari lemahnya pengawasan yang dilakukan oleh Ditjen Perhubungan Laut. Kalau memang kapal ini layak berlayar, pasti ini tidak mungkin terjadi,” tegasnya.

Selain persoalan pengawasan, Lasarus juga menyinggung informasi awal mengenai tidak adanya alarm peringatan ketika kapal tersebut mulai tenggelam. Namun, politisi PDI Perjuangan itu menegaskan informasi tersebut masih perlu diverifikasi lebih lanjut.

“Nanti kita akan verifikasi, bahwa ketika kapal ini akan tenggelam, ini tidak ada alarm sama sekali. Kejadiannya begitu cepat, dan tidak ada peringatan apa pun dari operator kapal terhadap seluruh penumpang yang ada di dalamnya sampai kapal ini tenggelam,” tuturnya.

Lasarus berharap proses pencarian dan penyelamatan dapat dilakukan secara maksimal. Ia juga berharap masih banyak korban yang dapat ditemukan dalam kondisi selamat.

“Sehingga, ini mudah-mudahan saja kita berharap ada banyak korban selamat yang ditemukan,” pungkasnya.*

Laporan oleh: Novia Suhari