Pengamat: Isu Reshuffle Jangan Dibesar-besarkan, Kecuali Prabowo Tarik Figur Strategis ke Kabinet
FORUM KEADILAN – Isu reshuffle Kabinet Merah Putih kembali mencuat. Namun, Pengamat Siaga 98 Hasanuddin menilai, isu tersebut tidak perlu dibesar-besarkan, terutama setelah Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan bahwa belum ada rencana Presiden Prabowo Subianto melakukan perombakan kabinet.
Menurut Hasanuddin, jika dalam waktu dekat terdapat perubahan di jajaran pemerintahan, langkah tersebut lebih mungkin berkaitan dengan pengisian sejumlah posisi wakil menteri yang masih kosong.
“Karena itu, memperpanjang perdebatan mengenai reshuffle dalam pengertian mengganti atau menggeser sejumlah menteri bukanlah isu yang terlalu menarik untuk dibesar-besarkan,” kata Hasanuddin dalam keterangannya, Rabu, 12/8/2026.
Hasanuddin menilai, terdapat isu yang jauh lebih penting untuk diperhatikan, yakni kemungkinan Presiden Prabowo menarik salah satu figur strategis dari lingkaran politiknya ke dalam kabinet.
“Isu yang penting sebenarnya, apakah Presiden Prabowo akan menarik salah satu orang paling strategis di lingkaran politiknya,” ujarnya.
Menurut dia, jika hal tersebut benar-benar terjadi, perubahan tersebut tidak lagi dapat dilihat sekadar sebagai reshuffle kabinet.
“Jika itu terjadi, reshuffle tersebut tidak lagi sekadar soal reshuffle kabinet. Ia bisa menjadi reshuffle konfigurasi kekuasaan,” kata Hasanuddin.
Diketahui sebelumnya, Mensesneg Prasetyo Hadi menegaskan bahwa Presiden Prabowo belum memiliki rencana untuk melakukan reshuffle kabinet dalam waktu dekat. Prasetyo menyebut, apabila terdapat perubahan, pemerintah lebih memprioritaskan pengisian jabatan yang masih kosong.
“Belum, belum. Itu kan kemarin karena ada pertanyaan mengenai reshuffle jadi sampai hari ini belum ada rencana untuk adanya reshuffle,” ujar Prasetyo di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin, 10/8.*
Laporan oleh: Muhammad Reza
