Rabu, 12 Agustus 2026
Menu

Isu Reshuffle Usai HUT RI, Nusron: Tak Elok Menteri Bicara Masalah Itu

Redaksi
Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 11/8/2026 | Novia Suhari/Forum Keadilan
Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 11/8/2026 | Novia Suhari/Forum Keadilan
Bagikan:

FORUM KEADILAN – Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid mengaku belum mendengar adanya isu perombakan atau reshuffle kabinet setelah perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia.

“Nggak dengar, pertama, saya tidak mendengar,” katanya, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 11/8/2026.

Nusron menegaskan, keputusan mengenai reshuffle merupakan hak prerogatif Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, sebagai pembantu Presiden, para menteri tidak sepatutnya ikut berbicara mengenai kewenangan tersebut.

“Itu semua adalah hak prerogatif Bapak Presiden, kewenangan Bapak Presiden. Kita sebagai pembantunya Bapak Presiden tidak elok kalau bicara masalah itu,” ujarnya.

Politisi Partai Golkar itu juga bahkan menilai tidak pantas bagi seorang menteri membicarakan isu reshuffle kabinet. Sebab, tugas para pembantu presiden adalah fokus menjalankan pekerjaan dan tanggung jawab yang telah diberikan.

“Tidak pantas, tidak elok, enggak sopan kalau bicara masalah begituan. Karena tugas pembantu Bapak Presiden itu ya hanya bekerja dan bekerja. Itu adalah kewenangan dan prerogatif Bapak Presiden,” ucapnya.

Selain itu, Nusron juga enggan menanggapi usulan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) kepada Presiden Prabowo Subianto agar merekrut tokoh-tokoh nonpartai untuk mengisi jajaran kabinet.

“Nggak ada. Tidak elok dan tidak pantas saya ngomentari itu,” pungkasnya.*

Laporan oleh: Novia Suhari