Pemerintah Prioritaskan Warga yang Belum Pernah Hadiri Upacara HUT RI di Istana
FORUM KEADILAN – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengungkapkan, antusiasme masyarakat untuk menghadiri upacara peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia di Istana sangat tinggi. Hal itu terlihat dari jumlah pendaftar yang mencapai lebih dari 336 ribu orang dalam empat hari masa pendaftaran.
Prasetyo mengatakan, pemerintah sebelumnya menyiapkan sekitar 5.500 slot undangan bagi masyarakat untuk dapat mengikuti rangkaian upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Istana.
“Namun dapat kami sampaikan karena kapasitas atau luas Istana itu juga sangat terbatas. Jadi dari agenda atau slot kurang lebih 5.500 yang kita siapkan. Pendaftar selama empat hari dibuka itu mencapai di atas 336.000 pendaftar,” katanya, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin, 10/8/2026.
Oleh sebab itu Prasetyo menjelaskan, panitia memutuskan untuk menambah satu blok area guna mengakomodasi lebih banyak masyarakat yang ingin menyaksikan langsung rangkaian peringatan HUT Kemerdekaan di Istana.
“Nah, oleh karena itulah kemarin kami memutuskan sebagai panitia akan membuat tambahan satu blok lagi yang kurang lebih kapasitasnya mencapai 3.400,” jelasnya.
Menurutnya, tambahan kapasitas tersebut nantinya akan dibagi untuk dua agenda, yakni upacara peringatan detik-detik Proklamasi pada pagi hari dan upacara penurunan bendera pada sore hari.
Selain menambah kapasitas, pemerintah juga akan memprioritaskan masyarakat yang belum pernah mendapatkan kesempatan menghadiri upacara kemerdekaan di Istana.
Prasetyo mengatakan, kebijakan tersebut diambil berdasarkan analisis data para pendaftar. Sebab, terdapat masyarakat yang sebelumnya telah mengikuti upacara di Istana namun kembali mendaftarkan diri pada tahun ini.
“Yang kedua, berdasarkan analisa data kami juga ingin menyampaikan bahwa untuk tahun ini, kita akan membagi porsi untuk memprioritaskan kepada yang belum pernah sama sekali,” tuturnya.
Ia menegaskan, masyarakat yang sebelumnya pernah mengikuti upacara di Istana bukan berarti dilarang untuk kembali mendaftar. Namun, panitia akan berupaya memberikan kesempatan lebih besar kepada masyarakat yang belum pernah hadir sama sekali.
“Nah, bukan tidak boleh tetapi kita akan mencoba membagi porsi dengan berusaha memprioritaskan bagi masyarakat kita yang belum pernah sama sekali, jadi kita bagi porsinya itu,” pungkasnya.*
Laporan oleh: Novia Suhari
