Sabtu, 11 Juli 2026
Menu

Prabowo Sebut Sadar ada yang Menyusup di MBG: Laporkan ke Kepala BGN, Kalau Perlu Lapor ke Saya

Redaksi
Presiden Prabowo Subianto dalam agenda peresmian 5 bendungan di Lombok Barat, Jumat, 10/7/2026. | YouTube Sekretariat Presiden
Presiden Prabowo Subianto dalam agenda peresmian 5 bendungan di Lombok Barat, Jumat, 10/7/2026. | YouTube Sekretariat Presiden
Bagikan:

FORUM KEADILAN – Presiden Prabowo Subianto mengaku sadar banyak orang yang menyusup ke dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk menjadi maling.

Hal tersebut disampaikan Prabowo dalam agenda peresmian 5 bendungan di Lombok Barat, Jumat, 10/7/2026.

“Tapi kita mengerti dan kita sadar banyak juga yang nyusup ke tubuhnya MBG untuk jadi maling di situ,” katanya.

Prabowo memerintahkan aparat untuk tidak segan dalam mengusut penyalahgunaan wewenang dan pelanggaran hukum terkait program prioritasnya tersebut.

“Maka saya minta gubernur, bupati, camat, kepala desa, boleh memeriksa semua dapur MBG. Saudara periksa. Laporkan ke Kepala BGN. Kalau perlu lapor ke saya,” tuturnya.

“Dandim, Kapolres, Kapolsek silakan periksa. Periksa yang artinya baik. Jangan manggil-manggil mau ngerjain. Jangan!” tegasnya.

Menurutnya, rakyat Indonesia saat ini sudah semakin pintar. Ia berharap rakyat untuk mengawasi pelaksanaan program MBG.

“Saya sudah lama jadi orang Indonesia. Manggil-manggil minta setoran. Rakyat awasi. Rakyat sekarang tidak bodoh. Rakyat punya gadget,” tuturnya.

“Tapi memang ya, orang mau nyolong ada saja, gue heran juga,” imbuhnya.

Sebagai informasi, Kejaksaan Agung tengah menangani kasus dugaan korupsi yang melibatkan sejumlah mantan pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) bertanggung jawab terhadap pelaksanaan program tersebut.

Setidaknya sudah ada 7 orang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi tata kelola program MBG yaitu mantan Kepala BGN Dadan Hindayana; mantan Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung; pihak swasta Asep Yusuf Somantri; Komisaris PT Yasa Artha Trimanunggal, Andri Mulyono.

Lalu, Ketua Yayasan Indonesia Food Security Review, Glory Harimas Sihombing, hingga Sekretaris Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama BGN Brigadir Jenderal Polisi lalu Muhammad Irwan Mahardan. *