Jumat, 10 Juli 2026
Menu

Prabowo: Berdosalah Pemimpin yang Berbohong Kepada Rakyatnya

Redaksi
Presiden Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan Biodiesel B50 bertajuk "Langkah Nyata untuk Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional" di Rest Area KM 57, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat, pada Kamis, 9 Juli 2026. | Dok BPMI Setpres/Cahyo
Presiden Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan Biodiesel B50 bertajuk "Langkah Nyata untuk Kemandirian dan Ketahanan Energi Nasional" di Rest Area KM 57, Kabupaten Karawang, Provinsi Jawa Barat, pada Kamis, 9 Juli 2026. | Dok BPMI Setpres/Cahyo
Bagikan:

FORUM KEADILAN – Presiden Prabowo Subianto mengatakan bahwa pemimpin yang berbohong kepada rakyat adalah pemimpin yang berdosa dan mengkhianati kepentingan negara.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Prabowo saat meluncurkan Program Mandatori Biodiesel B50 di Rest Area KM 57, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, pada Kamis, 9/7/2026. Hal tersebut disampaikannya saat menyinggung capaian pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan.

“Berdosalah pemerintah yang berbohong kepada rakyatnya. Berdosalah pemimpin yang berbohong kepada rakyatnya. Berkhianatlah pemimpin yang tidak setia kepada kepentingan negara di atas segala kepentingan,” tegas Prabowo.

Menurutnya, masih ada pihak yang meremehkan pentingnya swasembada pangan dan menuduh pemerintah tidak menyampaikan kondisi yang sebenarnya kepada masyarakat.

Prabowo menegaskan pemerintah tidak boleh menyampaikan kebohongan kepada rakyat, termasuk menyoal capaian swasembada pangan yang menurutnya sudah berhasil diwujudkan.

“Alhamdulillah, kita sudah buktikan bahwa kita mampu mengamankan dan menghasilkan pangan untuk rakyat kita. Alhamdulillah, kita sudah swasembada pangan. Dari target empat tahun, kita telah berhasil dalam satu tahun. Banyak pihak yang meremehkan pentingnya swasembada pangan,” tuturnya.

Prabowo menjelaskan sejak sebelum dilantik jadi Presiden, ia sudah menekankan kepada tim inti dan para penasihatnya pentingnya mewujudkan swasembada pangan dan swasembada energi, termasuk mengurangi ketergantungan terhadap impor pangan dan bahan bakar minyak.

Selain pangan dan energi, Prabowo mengatakan ketersediaan air menjadi salah satu faktor utama yang menentukan kelangsungan hidup suatu bangsa.

Menurutnya, TNI hingga saat ini terus melaksanakan program pengeboran air di daerah yang mengalami kesulitan air. Sepanjang tahun ini, sekitar 30 ribu titik pengeboran sudah dilakukan.

“Sampai sekarang TNI terus mencari air, TNI terus membor air di tempat-tempat yang susah. Panglima TNI sudah tahun ini saja sudah berapa lubang air yang kita ‘drill’? Sudah 30 ribu, dan terus ada masalah kita atasi,” tandasnya. *