KPK Bawa 9 Orang ke Jakarta Usai OTT Bupati Sukoharjo, Sita Valas dan Logam Mulia Miliaran
FORUM KEADILAN – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membawa sembilan orang ke Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, setelah operasi tangkap tangan (OTT) yang menjerat Bupati Sukoharjo Etik Suryani.
Perkara tersebut diduga berkaitan dengan tindak pidana pemerasan terhadap para perangkat daerah di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah.
Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan, sebelumnya tim penyidik melakukan pemeriksaan awal terhadap 18 orang di Polresta Surakarta. Dari jumlah tersebut, sembilan orang dibawa ke Jakarta untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
“Bahwa dalam perkembangan rangkaian peristiwa tertangkap tangan tersebut, tim melakukan pemeriksaan awal terhadap sejumlah 18 orang di Polresta Surakarta. Kemudian dari 18 orang tersebut hari ini rencana dibawa sembilan orang di antaranya,” kata Budi kepada wartawan, Jumat, 10/11/2026.
Budi menjelaskan, kloter pertama yang telah tiba di Gedung Merah Putih KPK berjumlah empat orang. Mereka terdiri atas Bupati Sukoharjo Etik Suryani dan tiga aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sukoharjo.
Sementara itu, lima orang lainnya dijadwalkan tiba pada siang hari. Mereka terdiri atas tiga ASN Pemkab Sukoharjo dan dua pihak swasta.
“Kloter pertama tadi sudah tiba di Gedung Merah Putih KPK sejumlah empat orang, salah satunya adalah Bupati Sukoharjo dan tiga orang lainnya merupakan ASN di wilayah Kabupaten Sukoharjo,” ujarnya.
“Kemudian untuk kloter berikutnya rencana siang ini akan tiba di Merah Putih KPK sejumlah lima orang lagi, tiga merupakan ASN di Pemkab Sukoharjo dan dua lainnya adalah pihak swasta,” sambungnya.
Menurut Budi, para pihak yang diamankan berasal dari sejumlah wilayah di Solo Raya, yakni Wonogiri, Solo, dan Sukoharjo.
Dalam OTT tersebut, KPK juga menyita sejumlah barang bukti berupa logam mulia, uang tunai dalam mata uang rupiah, serta valuta asing berupa dolar Australia dan dolar Singapura. Nilai keseluruhan barang bukti yang diamankan mencapai miliaran rupiah.
“Selain mengamankan sejumlah orang tersebut, tim juga mengamankan barang bukti di antaranya dalam bentuk logam mulia, kemudian uang tunai baik rupiah maupun valas, ada dolar Australia kemudian juga ada dolar Singapura. Totalnya mencapai miliaran rupiah,” tutur Budi.
Budi menegaskan, perkara yang tengah diusut KPK diduga berkaitan dengan pemerasan yang dilakukan oleh Bupati Sukoharjo terhadap para perangkat daerah.
Saat ini, para pihak yang telah tiba di Gedung Merah Putih KPK masih menjalani pemeriksaan intensif. Sementara itu, beberapa pihak lainnya masih diperiksa di Polresta Surakarta.
KPK belum mengungkap secara rinci waktu maupun rangkaian dugaan tindak pidana tersebut. Lembaga antirasuah itu menyatakan akan menyampaikan konstruksi perkara secara lengkap dalam konferensi pers yang dijadwalkan digelar pada Jumat sore atau malam hari.*
Laporan oleh: Muhammad Reza
