Sabtu, 04 Juli 2026
Menu

AHY Ungkap Pembangunan Sekolah Rakyat Habiskan Anggaran Rp1,25 T

Redaksi
Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). | Dok Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan
Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). | Dok Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan
Bagikan:

FORUM KEADILAN – Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengatakan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat sudah menghabiskan anggaran sebesar Rp1,25 triliun.

Ia mengatakan bahwa pemerintah Kabupaten/Kota di masing-masing daerah bertanggungjawab menyiapkan pembebasan areal lahan. Sementara anggaran pembangunan fisik berasal dari pemerintah pusat.

“Kalau ada yang bertanya alokasi anggaran berapa, setiap sekolah ini kurang lebih Rp250 miliar. Jadi kalau ditotal sekitar Rp1,25 triliun untuk pembangunan sekolah-sekolah rakyat ini,” kata AHY saat meninjau progres pembangunan Sekolah Rakyat Terintegrasi II Kota Medan di Jalan Flamboyan II, Kelurahan Tanjung Slamat, Kecamatan Medan Tuntungan, Jumat, 3/7/2026.

“Tentu untuk areal lahannya itu tanggung jawab dari masing-masing pemerintah kota dan kabupaten,” lanjutnya.

AHY menegaskan program Sekolah Rakyat adalah salah satu prioritas Presiden Prabowo Subianto untuk memperluas akses pendidikan berkualitas sekaligus menjadi strategi memutus rantai kemiskinan antargenerasi.

“Kita ingin melakukan intervensi untuk memutus rantai kemiskinan melalui pendidikan yang terjangkau, pendidikan yang berkualitas,” katanya.

“Bahkan di sini seluruhnya gratis, mulai dari diterima hingga lulus. Setelah lulus, mereka memiliki kesempatan memilih melanjutkan pendidikan vokasi, perguruan tinggi, maupun langsung memasuki dunia kerja,” sambungnya.

Menurutnya, pendidikan menjadi instrument paling efektif untuk meningkatkan  kesejahteraan masyarakat.

Oleh karena demikian, negara harus hadir memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh anak Indonesia, khususnya mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu.

Sebagai informasi, Sekolah Rakyat Terintegrasi II di Medan Tuntungan itu berdiri di atas lahan seluas kurang lebih enam hektare milik Pemerintah Kota Medan. Lokasi tersebut dirancang menjadi kawasan pendidikan yang menyatukan jenjang SD, SMP, hingga SMA dalam satu kompleks.

Sekolah nantinya mempunyai kapasitas sekitar 1.080 siswa yang terdiri atas 540 siswa SD hingga masing-masing 270 siswa untuk jenjang SMP dan SMA.

“Ini adalah salah satu upaya serius pemerintah dan merupakan program prioritas Bapak Presiden Prabowo Subianto yang menugaskan Kementerian Sosial, dengan dukungan pembangunan dari Kementerian Pekerjaan Umum. Kami di Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan turut mengkoordinasikan pembangunan infrastruktur di berbagai wilayah agar program ini berjalan dengan baik,” jelasnya.

Ia menegaskan pemerintah mempunyai tanggung jawab memastikan seluruh anak bangsa memperoleh akses pendidikan yang layak tanpa terkendala kondisi ekonomi keluarga.

“Negara punya kewajiban memberikan kesempatan yang baik kepada semua, terutama bagi masyarakat yang kurang mampu, masyarakat yang harus kita lindungi dan bantu secara ekonomi maupun sosial,” tambahnya.

AHY juga turut menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Medan hingga seluruh pihak yang terlibat sejak tahap perencanaan hingga pembangunan fisik sekolah. *