Komisi X DPR Bantah Klaim 60 Ribu Calon Mahasiswa Tak Daftar Ulang
FORUM KEADILAN – Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani, membantah informasi yang menyebut sebanyak 60 ribu calon mahasiswa baru di perguruan tinggi negeri (PTN) tidak melakukan daftar ulang. Menurutnya, angka tersebut tidak sesuai dengan kondisi di lapangan.
Lalu menjelaskan, jumlah calon mahasiswa yang belum melakukan daftar ulang diperkirakan hanya berkisar antara 10 ribu hingga 20 ribu orang. Ia menegaskan, status mereka masih belum melakukan daftar ulang, bukan dipastikan tidak mendaftar ulang.
“Perlu saya sampaikan bahwa bukan 60 ribu sebenarnya. Tidak sebanyak itu, kisarannya sekitar 10 sampai 20 ribu, tetapi statusnya belum daftar ulang, bukan tidak daftar ulang,” katanya, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 30/6/2026.
Ia mengungkapkan, terdapat sejumlah faktor yang menyebabkan calon mahasiswa belum atau tidak melakukan daftar ulang. Salah satunya karena diterima di sekolah kedinasan.
Selain itu, ada pula yang memilih perguruan tinggi lain karena diterima pada pilihan kedua atau ketiga saat seleksi masuk PTN.
Menurut Lalu, sebagian calon mahasiswa juga memilih jalur lain setelah diterima menjadi anggota TNI maupun Polri.
Sementara itu, alasan tingginya biaya Uang Kuliah Tunggal (UKT) juga disebut menjadi salah satu penyebab, meski menurutnya tidak semua perguruan tinggi negeri menerapkan UKT yang mahal.
“Informasinya biaya UKT mahal. UKT ini saya sampaikan tidak semuanya mahal,” ucapnya.
Ia mencontohkan Universitas Mataram (Unram) di daerah pemilihannya yang masih memiliki besaran UKT mulai dari Rp500 ribu per semester.
Karena itu, Lalu mengimbau para calon mahasiswa yang telah dinyatakan lolos seleksi PTN agar tetap melakukan daftar ulang terlebih dahulu dan tidak khawatir dengan besaran UKT.
“Jangan takut daftar dulu. Nanti akan keluar jumlah atau besaran UKT yang harus dibayar,” katanya.
Komisi X DPR juga meminta Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) untuk memperluas program beasiswa serta memperbesar afirmasi bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu.*
Laporan oleh: Novia Suhari
