Kamis, 25 Juni 2026
Menu

Luhut Akui Program MBG Terburu-buru

Redaksi
Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) | Ist
Menu Makan Bergizi Gratis (MBG) | Ist
Bagikan:

FORUM KEADILAN – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) diakui masih membutuhkan perbaikan. Hal ini diungkapkan langsung oleh Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan.

Luhut mengungkapkan bahwa catatan penting dalam evaluasi MBG adalah proses implementasi yang berjalan terlalu cepat dan memicu berbagai kendala di lapangan.

“Kalau MBG itu kita sempat evaluasi. Kemarin Wakil Kepala MBG dengan timnya datang ke Dewan Ekonomi. Dan kita memaparkan hasil survei dan usulan-usulan kita,” ungkap Luhut setelah menerima paparan hasil evaluasi dari Badan Gizi Nasional (BGN) dengan timnya di kantor DEN, Rabu, 24/6/2026.

DEN memberikan sejumlah rekomendasi dalam evaluasi tersebut. Rekomendasi ini diberukan supaya pelaksanaan MBG nantinya dapat berjalan lebih efektif dan efisien. Salah satunya tentang pola implementasi yang dinilai dapat dilakukan bertahap.

Luhut menilai, pendekatan bertahap bakal memberikan ruang untuk pemerintah agar lebih memahami tantangan yang muncul di lapangan sekaligus melakukan penyesuaian sebelum MBG diperluas secara nasional.

“Kenapa harus semua sekaligus, kan bisa dibikin bertahap. Sehingga sampai kita lebih paham,” tutur dia.

Namun, Luhut tetap merasa optimis MBG bakal semakin matang dalam enam bulan sampai setahun ke depan walaupun ada sejumlah kekurangan pada fase awal pelaksanaan. Luhut menyebut, program tersebut mempunyai efek berganda besar untuk perekonomian nasional, terutama dalam mendorong pemerataan kesejahteraan sampai ke daerah.

“Karena itu kan pemerataan sebenarnya. Jadi Rp 1 triliun per hari turun ke bawah itu dampaknya besar,” kata dia.

Luhut pun menyangkal ada sejumlah persoalan yang sempat mencuat adalah konsekuensi dari proses pelaksanaan yang berlangsung dalam waktu singkat.

“Hanya kemarin mungkin agak kita terlalu sedikit buru-buru. Sehingga banyak yang masalah di sini,” tutur Luhut.

Walaupun begitu, ia menegaskan bahwa kendala-kendala yang ada sudah ditangani oleh pemerintah. Maka, ia meminta supaya persoalan yang terjadi tidak terus menjadi polemik.

“Kan sudah diselesaikan baik-baik juga semua,” katanya.*