Rabu, 24 Juni 2026
Menu

Pemerintah Ungkap Buka Opsi Robohkan hingga Rombak Total Hotel Sultan

Redaksi
Hotel Sultan Jakarta | Ist
Hotel Sultan Jakarta | Ist
Bagikan:

FORUM KEADILAN – Pemerintah membuka opsi merombak total hingga merobohkan Hotel Sultan di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta.

Kawasan eks Hotel Sultan tersebut disebut akan ditata ulang menjadi ikon baru Indonesia sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.

Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia, Rosan Perkasa Roeslani, mengatakan bahwa pemerintah tengah menyiapkan rencana pengembangan kawasan GBK secara menyeluruh, termasuk are bekas Hotel Sultan yang baru saja kembali berada di bawah kendali negara.

“Rencananya itu (kawasan Hotel Sultan) akan dijadikan ikon baru di Indonesia. Nanti akan diubah secara komprehensif, tidak hanya di daerah GBK ini, tapi juga secara keseluruhan akan didesain ulang, termasuk lapangan golf sampai juga dengan area GBK yang kurang lebih luasnya 200 hektare,” jelas Rosan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Senin, 22/6/2026.

Rosan mengatakan konsep pengembangan yang disiapkan tidak hanya mencakup pembangunan hotel. Kawasan itu akan ditata sebagai kawasan terpadu yang diharapkan menjadi pusat aktivitas baru di Jakarta.

Menurutnya, arahan Prabowo adalah menjadikan kawasan itu sebagai ikon baru Indonesia yang mampu memberikan dampak ekonomi sekaligus manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

“Nanti di antaranya pastinya ada hotel juga, dan tidak satu. Tapi pesan Bapak Presiden ini dijadikan ikon baru untuk Indonesia, sehingga perencanaannya itu harus dilakukan secara komprehensif dan memberikan dampak yang nyata kepada perekonomian dan juga paling penting kepada rakyat Indonesia,” tuturnya.

Rosan memberikan sinyal bahwa Hotel Sultan berpotensi mengalami perubahan besar dalam proyek penataan kawasan GBK yang tengah disiapkan pemerintah.

Walaupun belum merinci bentuk pengembangannya, Rosan menyebut area itu pada akhirnya akan ditransformasi menjadi kawasan baru sebagai bagian dari desain ulang kawasan GBK seluas sekitar 200 hektare (ha).

“Pada saat ini mungkin saya belum bisa mengatakan, tapi rencana itu akan dijadikan suatu kawasan baru ya, eventually (Hotel Sultan akan dirobohkan),” ujar Rosan.

Pengembangan itu menjadi bagian dari arahan Prabowo yang meminta kawasan eks Hotel Sultan disiapkan sebagai ikon baru Indonesia dengan konsep yang terintegrasi dengan kawasan GBK dan fasilitas pendukung lainnya.

Selain hotel, pemerintah juga membuka peluang pengembangan kawasan berbasis olahraga dan pariwisata karena lokasinya yang terintegrasi dengan kompleks GBK. Tetapi, Rosan menilai masih terlalu dini untuk menjelaskan konsep rinci yang sedang disusun.

Ia hanya dapat memastikan kawasan GBK akan tetap dipertahankan sebagai pusat olahraga nasional, tetapi dengan fasilitas yang ditingkatkan ke standar internasional.

“GBK ya tetap ada GBK-nya, tapi semuanya akan kita tingkatkan, kita sempurnakan menjadi standar internasional atau world class standard, sehingga ini juga bisa memberikan satu sentral ekonomi baru di Jakarta,” tuturnya.

Rosan mengungkapkan pemerintah sudah menyiapkan sejumlah opsi pengelola untuk kawasan eks Hotel Sultan usai proses pengambilalihan aset selesai dilakukan oleh Kementerian Sekretariat Negara.

Menurutnya, pengelolaan kawasan itu berpotensi diserahkan kepada perusahaan pelat merah sektor pariwisata, mulai dari InJourney hingga The Meru Sanur yang berada di bawah ekosistem BUMN Pariwisata.

“Kita kan punya InJourney, kita punya yang namanya Meru. Nanti kalau ini sudah selesai semua di Mensesneg, tentunya pengelolaannya kita akan pakai bisa InJourney (hingga) Meru,” jelasnya.

Kawasan itu, lanjutnya, juga sejalan dengan upaya pemerintah dan Danantara untuk memperkuat sektor pariwisata nasional.

Menurutnya, Indonesia masih tertinggal dibandingkan sejumlah negara ASEAN dari sisi jumlah wisatawan maupun rata-rata pengeluaran wisatawan.

Oleh karena itu, pemerintah ingin mendorong pengembangan destinasi yang tidak hanya menarik lebih banyak wisatawan, namun juga mampu meningkatkan belanja wisatawan selama berada di Indonesia.

Rencana penataan ulang kawasan Hotel Sultan muncul usai pemerintah mengambil alih kembali lahan yang selama ini dikelola PT Indobuildco milik keluarga Sutowo.

Eksekusi lahan Hotel Sultan pada Kamis, 19/6/2026 diberitakan sempat diwarnai oleh kericuhan. Tetapi, pemerintah menegaskan langkah itu adalah bagian dari upaya penertiban aset negara yang diperintahkan Prabowo.

Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensegneg), Bambang Eko Suhariyanto, mengatakan bahwa Prabowo meminta agar seluruh aset negara yang selama ini dikuasai pihak lain dikembalikan ke bawah kontrol pemerintah.

Pengambilalihan tersebut didasarkan pada putusan Mahkamah Agung (MA) yang sudah berkekuatan hukum tetap atau inkrah.

Sebagai informasi, Hotel Sultan mempunyai sejarah panjang. Bangunan yang awalnya bernama Hotel Hilton Jakarta itu dibangun pada era 1970-an untuk mendukung penyelenggaraan konferensi pariwisata Asia Pasifik.

Usai kontrak dengan jaringan Hilton berakhir pada 2006, hotel itu berganti nama menjadi Hotel Sultan Jakarta. *