Jumat, 12 Juni 2026
Menu

Longmarch Aliansi UNJ Melawan Warnai Rawamangun, Suarakan Ketidakpuasan terhadap Pemerintah

Redaksi
Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi UNJ Melawan menggelar aksi longmarch, Jumat, 12/6/2026 | Muhammad Reza/Forum Keadilan
Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi UNJ Melawan menggelar aksi longmarch, Jumat, 12/6/2026 | Muhammad Reza/Forum Keadilan
Bagikan:

FORUM KEADILAN – Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Melawan menggelar aksi longmarch sebagai bentuk protes terhadap berbagai kebijakan pemerintah pada Jumat, 12/6/2026.

Dalam aksi tersebut, massa menyuarakan ketidakpuasan terhadap kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran, khususnya terkait kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan persoalan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Aksi dimulai sekitar pukul 14.00 WIB dari depan Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum UNJ. Dengan membawa spanduk, poster, dan berbagai atribut perlawanan, ratusan mahasiswa kemudian berjalan kaki keluar kawasan kampus, menyusuri Jalan Pemuda, Rawamangun, sebelum akhirnya kembali dan berkumpul di area belakang gerbang UNJ.

Sepanjang perjalanan, para peserta secara bergantian menyampaikan orasi yang berisi kritik terhadap kondisi ekonomi dan kebijakan pemerintah yang dinilai belum berpihak kepada masyarakat.

Dalam orasinya, salah seorang perwakilan massa menyatakan bahwa kenaikan harga BBM semakin memperberat beban hidup masyarakat di tengah situasi ekonomi yang belum stabil.

“Kami menolak kebijakan yang justru menambah penderitaan rakyat. Kenaikan BBM akan berdampak pada harga kebutuhan pokok dan semakin menekan kehidupan masyarakat kecil,” teriak orator dari atas mobil komando.

Orator juga menilai pemerintah belum mampu menjawab berbagai persoalan mendasar yang dihadapi masyarakat dan meminta aspirasi publik tidak diabaikan.

“Kami tidak puas dengan kinerja pemerintahan Prabowo-Gibran. Pemerintah harus berhenti menutup mata dan mulai mendengar keluhan rakyat yang setiap hari merasakan dampak dari kebijakan yang diambil.” tegasnya.

Selain itu, massa turut menyinggung polemik pelaksanaan program MBG yang belakangan menuai berbagai sorotan.

“Program yang digadang-gadang untuk rakyat tidak boleh dijalankan dengan tata kelola yang bermasalah. Transparansi dan akuntabilitas harus menjadi prioritas, bukan sekadar pencitraan.” tukasnya.

Sepanjang aksi berlangsung, para mahasiswa membawa sejumlah spanduk berisi tuntutan dan seruan agar pemerintah lebih berpihak kepada kepentingan masyarakat. Mereka juga menyerukan pentingnya evaluasi terhadap berbagai kebijakan yang dinilai tidak memberikan solusi atas persoalan ekonomi yang dihadapi rakyat.

Aksi longmarch berlangsung secara tertib dengan pengawalan aparat keamanan. Setelah menyusuri Jalan Pemuda, massa kembali ke kawasan belakang gerbang kampus UNJ untuk melanjutkan penyampaian aspirasi.*

Laporan oleh: Muhammad Reza