Jumat, 05 Juni 2026
Menu

Istana Buka Suara Soal Rupiah Tembus Rp18.049 per Dolar AS

Redaksi
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi memberikan keterangan pers di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis, 4/6/2026. | Dok Kementerian Sekretariat Negara RI
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi memberikan keterangan pers di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis, 4/6/2026. | Dok Kementerian Sekretariat Negara RI
Bagikan:

FORUM KEADILAN – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, buka suara soal melemahnya nilai tukar rupiah yang tembus Rp18.049 per dolar AS, pada Kamis, 4/6/2026.

Prasetyo menyebut fundamental ekonomi Indonesia kuat yang tercermin dari sejumlah indikator mulai dari pertumbuhan ekonomi hingga inflasi yang masih terjaga.

“Yang pasti bisa kami sampaikan bahwa kita harus yakin bahwa sesungguhnya fundamental ekonomi kita yang tergambar dari pertumbuhan ekonomi. Kemudian, inflasi yang masih terjaga Insya Allah sesungguhnya kita memiliki fundamental ekonomi yang cukup kuat,” ujar Pras di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis, 4/6/2026.

Prasetyo menjelaskan bahwa pemerintah, khususnya Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Bank Indonesia, kemudian OJK terus berkoordinasi secara intens untuk terus memonitor dan lalu mengambil langkah.

Diberitakan, nilai tukar rupiah sedang menunjukkan tren negatif belakangan. Pada perdagangan Kamis, 4/6/2027 sore, rupiah ditutup di level Rp18.049 per dolar AS. Mata uang Garuda melemah 82 poin atau 0,46 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.

Pelemahan rupiah terjadi di tengah pergerakan mayoritas mata uang Asia yang menguat terhadap dolar AS. Yuan Cina menguat 0,01 persen, peso Filipina naik 0,20 persen, yen Jepang terapresiasi 0,11 persen, dan dolar Hong Kong menguat 0,10 persen.

Di sisi lain, sejumlah mata uang Asia masih berada di zona merah. Ringgit Malaysia melemah 0,52 persen, won Korea Selatan terdepresiasi 0,27 persen, dan dolar Singapura turun 0,07 persen terhadap dolar AS.

Pergerakan yang sama juga terjadi di kelompok mata uang negara maju yang cenderung bervariasi. Euro Eropa menguat 0,09 persen, poundsterling Inggris naik 0,08 persen, dan franc Swiss terapresiasi 0,11 persen. *