Purbaya Ungkap Optimis Capai Target Pendapat Negara 2026 Rp3.153 T
FORUM KEADILAN – Menteri Keuangan (Menkeu), Purbaya Yudhi Sadewa, optimistis target pendapatan negara tahun ini dapat tercapai bersamaan membaiknya kinerja penerimaan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC).
Menurutnya, perbaikan kinerja penerimaan mulai terlihat usai pemerintah melakukan restrukturisasi di DJP dan DJBC.
“Jadi, kelihatannya target tahun ini (2026) akan baik. (Kinerja) Bea Cukai juga akan bagus juga, jadi kita sudah melihat hasil dari proses restrukturisasi di pajak dan di Bea Cukai,” ujar Purbaya di Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, dikutip pada Kamis, 28/5/2026.
Purbaya menjelaskan, kinerja baik itu merupakan hasil dari memaksimalkan penggunaan teknologi, termasuk kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI) yang mendukung peningkatan efisiensi dan optimalisasi penerimaan negara.
Purbaya menyebut implementasi sistem Coretax yang dinilai mulai menunjukkan hasil positif walaupun walaupun menuai sejumlah keluhan dari wajib pajak (WP).
“Jadi, harusnya sih lebih efisien. Kalau anda lihat Coretax yang dulunya banyak diprotes. Sekarang juga masih ada protes, tapi kan udah sedikit. Tapi kinerja Coretax bisa meningkatkan pendapatan dari pajak yang kurang cukup signifikan. Karena dengan Coretax, semuanya dihitung hampir otomatis. Jadi, orang enggak bisa lari,” jelasnya.
Sebagai informasi, target Pendapatan Negara dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 ditetapkan sebesar Rp3.153,6 triliun.
Sementara itu, realisasi pendapatan negara hingga April 2026 tercatat mencapai Rp918,4 triliun atau tumbuh 13,3 persen secara tahunan (year-on-year/yoy).
Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sebelumnya mencatat defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 mencapai Rp240,1 triliun atau 0,93 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) per akhir Maret 2026.
Defisit ini terjadi karena pendapatan negara terealisasi Rp574,9 triliun atau lebih rendah dibandingkan belanja negara yang mencapai Rp815 triliun.
Hingga Maret 2026 APBN tumbuh ekspansif kalau dilihat, 2026 pendapatan negara tumbuh 10 persen angka April kepabeanan sudah positif. *
