Selasa, 19 Mei 2026
Menu

Golkar Kecam Israel Usai Tangkap Jurnalis dan Aktivis Indonesia

Redaksi
Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bidang Kebijakan Publik Idrus Marham | Ist
Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bidang Kebijakan Publik Idrus Marham | Ist
Bagikan:

FORUM KEADILAN – Wakil Ketua Umum Partai Golkar sekaligus Ketua Umum Forum Nasional Ikatan Alumni Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri Idrus Marham mengecam keras tindakan militer Israel yang mencegat kapal misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla (GSF) 2.0 dan menangkap sejumlah jurnalis serta aktivis Indonesia yang tengah menuju Gaza, Palestina.

Menurut Idrus, tindakan Israel menunjukkan bahwa pemerintah dan militer negara tersebut sudah tidak lagi menghormati nilai-nilai kemanusiaan, hukum internasional, maupun seruan dunia internasional untuk menghentikan kekerasan di Gaza.

“Israel sama sekali sudah tidak memperhatikan nilai-nilai kemanusiaan dan nilai-nilai keagamaan. Bahkan suara dunia internasional pun sudah tidak mereka hiraukan lagi,” katanya dalam keterangan tertulis, Selasa, 19/5/2026.

Idrus menilai pencegatan kapal bantuan sipil di perairan internasional merupakan tindakan yang tidak dapat dibenarkan, baik secara moral maupun hukum internasional. Ia menyebut Israel kini tidak hanya menyerang rakyat Palestina, tetapi juga berusaha membungkam gerakan solidaritas global yang terus tumbuh dari berbagai negara.

“Ini bukan sekadar pelanggaran kemanusiaan. Ini adalah tindakan represif terhadap gerakan kemanusiaan dunia. Israel sudah kehilangan nurani kemanusiaan,” ujarnya.

Ia menegaskan, penangkapan terhadap jurnalis dan relawan sipil justru akan memperbesar gelombang solidaritas internasional terhadap Palestina dan memperkuat tekanan dunia terhadap Israel.

“Penangkapan jurnalis dan relawan sipil di laut internasional memperlihatkan ketakutan Israel terhadap suara kemanusiaan dunia. Semakin ditekan, solidaritas internasional terhadap Palestina justru akan semakin besar,” jelasnya.

Idrus juga meminta dunia internasional tidak hanya berhenti pada kecaman diplomatik semata. Menurutnya, diperlukan langkah konkret melalui mekanisme hukum internasional terhadap tindakan Israel yang menahan relawan kemanusiaan dan jurnalis internasional.

“Kita tidak boleh diam ketika misi kemanusiaan diadang kekuatan militer. Dunia internasional harus mengambil langkah hukum yang tegas terhadap Israel atas tindakan penahanan relawan sipil dan jurnalis internasional,” katanya.

Selain itu, Idrus turut menyoroti pentingnya pendekatan diplomasi kemanusiaan dan diplomasi keagamaan atau religious diplomacy dalam penyelesaian konflik Palestina-Israel.

“Kami mencermati bahwa politik luar negeri yang dilakukan Pak Prabowo Subianto dalam menghadapi persoalan Palestina dan Gaza lebih diwarnai oleh humanitarian diplomacy dan religious diplomacy,” sambungnya.

Menurut Idrus, pendekatan diplomasi berbasis nilai kemanusiaan dan agama menjadi ciri khas politik luar negeri Indonesia yang perlu terus diperkuat di tengah meningkatnya konflik di Timur Tengah. Ia menilai, di tengah kebuntuan diplomasi formal yang kerap kandas akibat veto politik dan kepentingan geopolitik negara-negara besar, Indonesia memiliki peluang memainkan peran moral yang lebih besar dalam mendorong perdamaian dunia.

Oleh karena itu, Idrus mendorong Presiden Prabowo agar lebih aktif menggerakkan second track diplomacy berbasis diplomasi keagamaan dan diplomasi kemanusiaan dalam menyelesaikan persoalan internasional, termasuk konflik Gaza dan penahanan relawan kemanusiaan di perairan internasional.

Idrus juga meminta pemerintah terus mengambil langkah konkret dan terukur agar seluruh warga negara Indonesia (WNI) yang ditahan Israel segera dibebaskan.

“Pemerintah Indonesia harus hadir

melindungi seluruh warga negaranya. Jangan biarkan para aktivis relawan dan jurnalis kemanusiaan ditahan terlalu lama,” tutupnya.

Diketahui, dalam rombongan misi kemanusiaan tersebut terdapat sedikitnya sembilan WNI yang terdiri dari jurnalis, pewarta foto, dan aktivis kemanusiaan. Mereka antara lain, jurnalis Republika Bambang Noroyono alias Abeng, jurnalis TV Tempo Andre Prasetyo Nugroho, pewarta foto Republika sekaligus anggota Pewarta Foto Indonesia (PFI) Thoudy Badai, jurnalis iNews Heru Rahendro, aktivis kemanusiaan Andi Angga Prasadewa dari Global Peace Convoy Indonesia (GPCI)-Rumah Zakat, serta pegiat kemanusiaan Maimon Herawati yang aktif dalam jaringan Global Sumud Flotilla.

Selain itu, sejumlah relawan Indonesia lainnya juga dilaporkan bergabung dalam armada solidaritas internasional tersebut yang membawa bantuan medis dan logistik kemanusiaan untuk warga Gaza.*

Laporan oleh: Novia Suhari