Rabu, 13 Mei 2026
Menu

Menlu Singapura Vivian Ungkap Kerja Sama Indonesia-Malaysia Jaga Selat Malaka

Redaksi
Selat Malaka. | Ist
Selat Malaka. | Ist
Bagikan:

FORUM KEADILAN –  Menteri Luar Negeri (Menlu) Singapura Vivian Balakrishnan mengungkapkan kerja sama tiga negara Asia Tenggara termasuk Indonesia dalam menjaga Selat Malaka.

Hal tersebut diungkapkannya usai menyinggung kondisi global akibat ketegangan di Selat Hormuz.

Balakrishnan mengatakan bahwa kolaborasi Singapura, Indonesia, dan Malaysia, dalam menjaga Selat Malaka sesuai konvensi PBB mengenai hukum laut internasional (UNCLOS) dapat menjadi contoh kawasan lain.

“Fakta bahwa ketiga negara – Indonesia, Malaysia, dan Singapura – mampu menjaga Selat Malaka dan Singapura sebagai jalur air yang terbuka, aman, dan vital, termasuk [melalui] Mekanisme Kerja Sama tentang Keselamatan Navigasi dan Perlindungan Lingkungan di Selat Malaka dan Singapura yang sudah kita rumuskan sesuai dengan UNCLOS, sebagai model positif bisa diterapkan di wilayah lain di dunia,” jelas Vivian dalam pernyataannya usai bertemu Menteri Luar Negeri RI Sugiono di Jakarta, Selasa, 12/5/2026.

“Intinya di sini adalah bahwa keberhasilan Indonesia dan kerja sama efektif yang kita miliki di kawasan ini berdampak besar ke prospek ASEAN, juga bisa menjadi contoh positif bagi seluruh dunia,” lanjutnya.

Vivian juga membahas dampak perang di Timur Tengah dan ketegangan yang masih berlanjut di Selat Hormuz.

Selat Hormuz menjadi kekhawatiran komunitas internasional setelah ditutup Iran sebagai balasan serangan brutal Amerika Serikat dan Israel ke negara Timur Tengah. Selat tersebut jadi rute pelayaran minyak global terutama yang akan diantar ke negara-negara Asia.

“Kita semua menghadapi konsekuensi perang yang jauh dari kita, di Timur Tengah: Penutupan Selat Hormuz, dampaknya terhadap pasokan energi ke Asia, termasuk Asia Tenggara, dampak inflasi dari harga energi yang lebih tinggi, dan juga beberapa tantangan mendasar terhadap sistem internasional berbasis aturan,” tuturnya.

Vivian pun mengaku bahwa dirinya dan Sugiono membahas kerja sama Indonesia di Singapura di bidang ekonomi, ekonomi hijau, hingga pertahanan.

Ekonomi kedua negara tersebut, katanya, saling bergantung termasuk mitra dagang terbesar satu sama lain. Singapura juga menjadi investor asing terbesar Indonesia selama lebih dari satu dekade.

“Ini mencerminkan kepercayaan dan keyakinan Singapura terhadap kekuatan ekonomi jangka panjang Indonesia,” pungkasnya. *