Rabu, 13 Mei 2026
Menu

Perusahaan Energi Atom Rusia Temui Prabowo

Redaksi
Presiden Prabowo Subianto. | Dok BPMI Setpres/Muchlis Jr
Presiden Prabowo Subianto. | Dok BPMI Setpres/Muchlis Jr
Bagikan:

FORUM KEADILAN – Perusahaan Energi Atom Negara (Rosatom) Rusia menemui Presiden RI Prabowo Subianto di Istana, Jakarta, pada Selasa, 12/5/2026.

“Pada tanggal 12 Mei 2026, Direktur Jenderal Perusahaan Negara Rosatom Alexey Likhachev, sebagai bagian dari kunjungan kerjanya ke Republik Indonesia, mengadakan pertemuan kerja dengan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto,” tulis Rosatom, dalam keterangannya, Selasa, 12/5/2026.

Rosatom membeberkan, kedua pihak membahas bidang-bidang kerja sama Rusia-Indoensia yang menjanjikan dalam penggunaan energi nuklir untuk tujuan damai, termasuk pengembangan proyek tenaga nuklir, infrastruktur nuklir, pelatihan personel, dan aplikasi teknologi nuklir di luar sektor energi.

Menurut Rosatom, sangat penting bagi Rusia bahwa dialoh antara Rusia dan Indonesia di bidang nuklir berkembang dalam suasana saling percaya dan menghormati.

“Saat ini, Indonesia telah menetapkan tujuan yang ambisius untuk pengembangan energi nuklir, dan oleh karena itu kami tidak hanya membahas teknologi, tetapi juga pembentukan kemitraan jangka panjang yang berfokus pada pengembangan industri baru bagi negara, pelatihan personel nasional, munculnya kompetensi baru, dan penguatan kedaulatan teknologi negara,” jelasnya.

Rosataam menyatakan siap menawarkan kepada Indonesia pendekatan komprehensif untuk pengembangan program nuklir nasionalnya, termasuk solusi tenaga nuklir skala besar, dan proyek yang melibatkan reaktor modular kecil dan unit pembangkit listrik terapung.

Para pihak juga memberikan perhatian khusus pada integrasi energi nuklir ke dalam sistem tenaga listrik Indonesia, dengan mempertimbangan kekhususan geografis negara kepulauan tersebut.

Dalam pertemuan tersebut, turut hadir Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), PT PLN, dan Ketua DPD RI.

Sebagai informasi, Rusia dan Indonesia mempunyai sejarah panjang kerja sama di bidang nuklir.

Tahun 2026 menjadi peringatan 20 tahun Perjanjian Antar Pemerintah tentang Kerja Sama dalam Penggunaan Energi Atom secara Damai.

Perjanjian itu ditandatangani pada 1 Desember 2006, dan meletakkan dasar bagi kerja sama bilateral antara Rusia dan Indonesia di industri nuklir. *