Kamis, 14 Mei 2026
Menu

Hadiri KTT ASEAN di Filipina, Prabowo Serukan Perdamaian Kawasan

Redaksi
Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri Plenary Session Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN di Shangri-La Mactan, Cebu, Filipina pada Jumat, 8/5/2026 | Instagram @presidenrepublikindonesia
Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri Plenary Session Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN di Shangri-La Mactan, Cebu, Filipina pada Jumat, 8/5/2026 | Instagram @presidenrepublikindonesia
Bagikan:

FORUM KEADILAN – Presiden Prabowo Subianto mengikuti sesi Retreat Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) ke-48 ASEAN di Shangri-La Mactan, Cebu, Filipina pada Jumat, 8/5/2026.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo menyerukan perdamaian dalam menghadapi berbagai persoalan yang kini tengah terjadi di kawasan ASEAN.

“Presiden Prabowo mengajak seluruh negara ASEAN untuk terus mengedepankan dialog dan penyelesaian damai dalam menghadapi berbagai persoalan kawasan,” ungkap Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya, dilansir dari laman Biro Sekretariat Presiden, Sabtu, 9/5.

Prabowo menyoroti situasi konflik yang terjadi antara Thailand dengan Kamboja dan juga perkembangan di Myanmar. Prabowo menilai bahwa stabilitas dan perdamaian kawasan harus dijaga lewat pendekatan dialog dan kerja sama.

“Presiden Prabowo menekankan pentingnya semangat persaudaraan dan komunikasi yang konstruktif, termasuk mendorong perundingan damai antara Thailand dan Kamboja, serta situasi di Myanmar demi menjaga stabilitas dan harmoni di kawasan Asia Tenggara,” ujar Teddy.

Di samping itu, Prabowo dengan pemimpin ASEAN lain juga berkomitmen untuk menjaga stabilitas, perdamaian, hingga pertumbuhan ekonomi kawasan Asia Tenggara di tengah ketidakpastian global.

Kehadiran Prabowo di KTT ke-48 ASEAN ini, kata Teddy, menegaskan tentang komitmen aktif Indonesia dalam memperkuat persatuan dan solidaritas ASEAN.

“Kehadiran Indonesia dalam KTT ke-48 ASEAn kembali menegaskan komitmen aktif Indonesia untuk menjadi bagian dari solusi, memperkuat persatuan kawasan, serta menjaga ASEAN tetap solid sebagai jangkar perdamaian dan stabilitas dunia,” tuturnya.*