Selasa, 28 April 2026
Menu

Prabowo Janjikan Segera Bangun Flyover Usai Insiden Tabrakan KA di Bekasi

Redaksi
Presiden Prabowo Subianto usai menjenguk korban insiden tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line di RSUD Chasbullah Abdulmadjid, Kota Bekasi, Selasa, 28/4/2026 | YouTube Sekretariat Presiden
Presiden Prabowo Subianto usai menjenguk korban insiden tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line di RSUD Chasbullah Abdulmadjid, Kota Bekasi, Selasa, 28/4/2026 | YouTube Sekretariat Presiden
Bagikan:

FORUM KEADILAN – Presiden Prabowo Subianto menjanjikan percepatan pembangunan flyover untuk mengatasi kemacetan sekaligus meningkatkan keselamatan di perlintasan kereta api. Hal ini diungkapkan usai insiden tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line di kawasan Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat.

Prabowo menegaskan bahwa pemerintah akan segera melakukan investigasi menyeluruh untuk mengetahui penyebab kecelakaan tersebut. Ia menyoroti masih banyaknya perlintasan kereta api yang belum memiliki penjagaan memadai, sehingga berpotensi membahayakan pengguna jalan.

“Secara garis besar kita melihat lintasan-lintasan kereta api ini masih banyak yang tidak terjaga. Ini akan segera kita atasi,” katanya, usai menjenguk korban di RSUD Chasbullah Abdulmadjid, Kota Bekasi, Selasa, 28/4/2026.

Ia mengungkapkan, Pemerintah Daerah Bekasi telah mengajukan pembangunan sejumlah flyover mengingat tingginya kepadatan lalu lintas di wilayah tersebut. Ia pun menyatakan telah menyetujui usulan tersebut untuk segera direalisasikan melalui dukungan langsung pemerintah pusat.

Lebih lanjut, Prabowo mengungkapkan bahwa di wilayah Pulau Jawa sendiri terdapat sekitar 1.800 titik perlintasan sebidang yang membutuhkan penanganan serius. Banyak di antaranya telah ada sejak era kolonial dan belum mengalami pembaruan signifikan.

“Sudah puluhan tahun persoalan ini belum diselesaikan. Sekarang saatnya kita tuntaskan,” ujarnya.

Pemerintah, kata Prabowo, akan menentukan skema penanganan terbaik, baik melalui pembangunan flyover maupun penyediaan pos penjagaan di titik-titik rawan. Ia juga memperkirakan kebutuhan anggaran untuk program ini mencapai sekitar Rp4 triliun.

Langkah tersebut dinilai penting demi meningkatkan keselamatan masyarakat serta mendukung kelancaran transportasi kereta api yang semakin dibutuhkan sebagai moda transportasi massal di Indonesia.*

Laporan oleh: Novia Suhari