Rabu, 22 April 2026
Menu

Uya Kuya Bantah Isu Miliki Ratusan Dapur SPPG, Sejumlah Akun Dilaporkan ke Polisi

Redaksi
Publik Figur sekaligus Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Surya Utama atau Uya Kuya | Ist
Publik Figur sekaligus Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Surya Utama atau Uya Kuya | Ist
Bagikan:

FORUM KEADILAN – Publik Figur sekaligus Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Surya Utama atau yang dikenal sebagai Uya Kuya, membantah keras tudingan terkait kepemilikan ratusan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang ramai diperbincangkan di media sosial.

Uya mengaku terkejut dengan kembali munculnya isu tersebut, yang menurutnya merupakan fitnah dan hoaks lama yang sempat beredar sebelumnya. Ia menyebut, narasi serupa kembali viral secara masif di berbagai platform seperti Threads, Facebook, X, Instagram, hingga TikTok.

“Saya bingung, ini seperti kena ‘lotre’ fitnah lagi. Padahal hoaks ini sudah sempat muncul bulan lalu di Threads, dan akun yang menyebarkan sempat menghilang. Tapi beberapa hari terakhir muncul lagi dengan pola yang sama, seolah ada yang menggerakkan,” katanya, di Kompleks Parlemen, Senayan, Selasa, 21/4/2026.

Merespons hal itu, Uya mengungkapkan telah melaporkan sekitar delapan hingga sepuluh akun media sosial ke pihak Kepolisian, dalam hal ini Polda Metro Jaya, khususnya unit siber. Laporan tersebut mencakup akun-akun di berbagai platform, termasuk yang sudah menghapus unggahannya.

“Kita sudah laporkan ke cyber Polda Metro Jaya Sabtu malam. Di Threads ada, di X ada, di Facebook, Instagram juga. Termasuk akun yang sudah hapus postingannya, tetap kita laporkan karena sudah kita capture,” jelasnya.

Uya menuturkan, langkah cepat ini diambil sebagai bentuk pembelajaran dari pengalaman pahit sebelumnya, pada Agustus 2025, saat rumahnya menjadi sasaran penjarahan akibat maraknya hoaks yang beredar tanpa klarifikasi.

“Dulu saya diam karena tidak terbiasa klarifikasi hoaks. Tapi ternyata dampaknya besar. Video lama saya dipotong, ditambah narasi yang tidak pernah saya ucapkan, lalu disebarkan secara masif hingga orang percaya. Akibatnya rumah saya dijarah, keluarga saya jadi korban,” ujarnya.

Ia menegaskan, tidak ingin kejadian serupa terulang kembali. Oleh karena itu, ia memilih untuk mengambil langkah hukum terhadap penyebar informasi palsu agar adanya efek jera bagi pelaku.

Lebih lanjut, Uya juga menegaskan, langkah hukum yang diambilnya merupakan inisiatif pribadi dan tidak terkait dengan arahan dari partainya, PAN.

“Tidak ada arahan dari partai. Ini murni keputusan pribadi saya, karena belajar dari pengalaman. Rumah saya saja sampai sekarang belum selesai direnovasi akibat kejadian kemarin, sekarang sudah ada fitnah lagi yang begitu kejam,” tutupnya.*

Laporan oleh: Novia Suhari