Rabu, 15 April 2026
Menu

Iran Dukung Pernyataan Paus Leo XIV

Redaksi
Paus Leo XIV. | Dok Vatican News
Paus Leo XIV. | Dok Vatican News
Bagikan:

FORUM KEADILAN – Pemerintah dan pejabat Iran ramai menyuarakan dukungan untuk Pemimpin Gereja Katolik sedunia, Paus Leo XIV, di tengah perselisihan dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Ketua Parlemen Iran, Mohammad Bagher Ghalibaf, menyatakan bahwa sikap Paus Leo menentang perang Trump terhadap Iran harus dihormati karena “menerangi jalan” bagi orang-orang yang membela kebenaran.

“Saya menghormati sikap Paus Leo yang tak kenal takut! Ucapan ‘saya tidak takut’-nya bergema saat beliau mengutuk kejahatan perang Israel dan AS. Slogan ini menerangi jalan bagi semua yang menolak untuk berdiam diri atas pembunuhan orang-orang yang tak bersalah,” ujar Ghalibaf dalam unggahan di media sosial X.

Kepemimpinan sang Bapa Suci sudah “menginspirasi jutaan orang” di seluruh dunia. Ghalibaf berterima kasih atas hal tersebut.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian juga turut membela Paus Leo yang menerima komentar pedas dari Trump. Dalam unggahan di X, Pezeshkian menyebut sikap tidak hormat terhadap Bapa Suci dan Yesus tidak dapat diterima.

“Saya mengutuk penghinaan terhadap Yang Mulia atas nama bangsa Iran yang agung, dan menyatakan bahwa penodaan terhadap Yesus, nabi perdamaian dan persaudaraan, tidak dapat diterima oleh siapa pun yang merdeka. Saya mendoakan kemuliaan bagi Anda melalui Allah,” tulis Pezeshkian.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baghaei, juga menyatakan bahwa penghinaan terhadap Paus Leo tidak hanya menandakan tidak kristennya seseorang, namun juga adalah “serangan terang-terangan terhadap advokasi yang bertanggung jawab untuk perdamaian, keadilan, dan kemanusiaan.”

Diketahui, Trump akhir-akhir ini menerima banyak kritik public karena mengkritik tajam Paus Leo dan mengunggah foto editan dirinya bagai Yesus Kristus.

Kritik tersebut dilayangkan dikarenakan Trump tidak terima ditantang Paus Leo atas perangnya terhadap Iran.

“(Paus Leo) lemah dalam menangani kejahatan (dan) lemah dalam menangani senjata nuklir,” tulis Trump di Truth Social.

Donald Trump lalu mencemooh Paus bahwa dirinya tak akan bisa menjabat di Vatikan bila bukan karena keberadaannya di Gedung Putih.

“(Paus Leo) hanya ditempatkan di sana oleh Gereja karena dia orang Amerika, dan mereka berpikir itu akan menjadi cara terbaik untuk menghadapi Presiden Donald J. Trump,” tulisnya.

Trump pun mengunggah foto yang dibuat kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang menggambarkan dirinya sebagai Yesus. Ketika ditanya mengenai hal tersebut, Trump berdalih bahwa tersebut fotonya sebagai dokter.

Tak lama foto tersebut dihapus menyusul banyaknya komentar negatif.

Di sisi lain, Paus Leo menanggapi kritik Trump dengan menyatakan tak ingin berdebat dengan Trump. Walaupun demikian, ia menegaskan dirinya bukan politisi seperti yang disebut Trump dan menegaskan bahwa ia tak takut dengan pemerintahan Trump.

“Saya tidak takut terhadap pemerintahan Trump, ataupun untuk menyuarakan pesan Injil dengan lantang, itulah yang saya yakini menjadi tugas saya,” tegas Paus Leo. *