Senin, 06 April 2026
Menu

Pemerintah RI Desak DK PBB Beri Jaminan Pasukan UNIFIL

Redaksi
Menteri Luar Negeri RI Sugiono. | Dok Kementerian Luar Negeri RI
Menteri Luar Negeri RI Sugiono. | Dok Kementerian Luar Negeri RI
Bagikan:

FORUM KEADILAN – Pemerintah Republik Indonesia mendesak Dewan Keamanan (DK) PBB untuk memberikan jaminan keamanan bagi pasukan penjaga perdamaian di Lebanon (UNIFIL). Seruan tersebut muncul usai insiden serangan yang menewaskan tiga prajurit TNI.

Menteri Luar Negeri (Menlu), Sugiono, menyatakan bahwa sehari usai insiden serangan Israel pertama terjadi, Indonesia melalui Perwakilan Tetap di New York langsung meminta agar DK PBB untuk menyelenggarakan rapat luar biasa.

Menurut Sugiono, saat itu Prancis sebagai pen holder urusan Lebanon di Dewan Keamanan setuju untuk menyelenggarakan rapat luar biasa Dewan Keamanan.

“(Rapat tersebut) intinya, pertama, kita mengutuk keras serangan yang dilakukan terhadap penjaga perdamaian dalam hal ini UNIFIL,” ujar Sugiono usai melepas jenazah tiga prajurit di Bandara Soekarno-Hatta, Sabtu, 4/4 malam.

Indonesia pun menuntut investigasi menyeluruh atas serangan itu. Sugiono menegaskan bahwa serangan terhadap misi penjaga perdamaian tidak seharusnya terjadi, mengingat mandate dan kapasitas pasukan di lapangan.

“Harus ada satu guarantee (jaminan) keamanan bagi prajurit-prajurit penjaga perdamaian karena mereka menjaga perdamaian, they are peace keeping not peace making,” jelasnya.

Pasukan UNIFIL, lanjutnya, tidak dilengkapi dengan kemampuan maupun perlengkapan untuk membuat perdamaian (peace making), melainkan dilatih khusus untuk menjaga situasi damai sesuai mandat PBB.

Pemerintah Indonesia pun meminta agar PBB melakukan evaluasi total terhadap standar keselamatan prajurit penjaga perdamaian di berbagai wilayah tugas, khususnya di UNIFIL.

“Kita juga meminta kepada PBB untuk mengevaluasi lagi keselamatan prajurit penjaga perdamaian PBB ini di mana pun berada khususnya di UNIFIL ini,” tegasnya.

“Oleh karena itu kita sekali lagi berupaya agar pasukan penjaga perdamaian kita diberi agar pasukan perdamaian kita ini sehat, selamat dalam menjalankan tugas yang dibebankan kepada mereka,” tandasnya.

Diberitakan, tiga personel pasukan perdamaian UNIFIL asal Indonesia tewas akibat serangan Israel.

Mereka adalah Praka Dua Farizal Rhomadhon, yang tewas akibat tembakan artileri di sekitar posisi kontingen UNIFIL Indonesia di dekat Adchit Al Qusayr, Lebanon Selatan, pada Minggu, 29/3/2026.

Kemudian, keesokan harinya pada Senin, 30/3/2026, dua personel UNIFIL kembali kehilangan nyawa akibat konvoi pasukan yang mereka kawal diserang.

Dua personel yang gugur adalah Kapten Infanteri Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan.

Di sisi lain, sebanyak lima prajurit TNI yang terluka meliputi Letnan Satu Infanteri Sulthan Wirdean Maulana, Prajurit Kepala (Praka) Deni Rianto, Praka Rico Pramudia, Praka Bayu Prakoso, dan Praka Arif Kurniawan.

Tiga pasukan UNIFIL dari TNI kembali korban serangan terbaru di basis Hizbullah, Lebanon, pada Jumat, 3/42026. Dari tiga korban yang dilaporkan, dua di antaranya mengalami luka parah. *