Selasa, 12 Mei 2026
Menu

Tiga Prajurit TNI UNIFIL di Lebanon Kembali Terluka

Redaksi
Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang tergabung dalam United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) | Dok - UN Peacekeeping
Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang tergabung dalam United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) | Dok - UN Peacekeeping
Bagikan:

FORUM KEADILAN – Prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang bertugas untuk Pasukan Perdamaian di Lebanon (UNIFIL), kembali menjadi korban dalam sebuah ledakan.

Kabar tersebut disampaikan oleh Juru Bicara UNIFIL, Kandice Ardiel dan disiarkan oleh Kantor Informasi PBB (UNIC) di Jakarta, pada Jumat, 3/3/2026.

“Sore ini, sebuah ledakan di dalam fasilitas PBB di dekat El Adeisse melukai tiga penjaga perdamaian, dua di antaranya mengalami luka serius,” ujar pernyataan Ardiel.

“Saat ini mereka sedang dievakuasi ke rumah sakit. Kami belum mengetahui asal-usul ledakan tersebut,” tambahnya.

Menurutnya, pekan ini yang sulit bagi para penjaga perdamaian yang bertugas di sekitar bagian tengah wilayah operasi UNIFIL.

Pihaknya menyampaikan harapan terbaik agar seluruh korban luka dapat pulih sepenuhnya dan secepatnya.

“UNIFIL mengingatkan semua pihak akan kewajiban mereka untuk memastikan keselamatan dan keamanan para penjaga perdamaian, termasuk dengan menghindari aktivitas tempur di sekitar yang dapat membahayakan mereka,” jelasnya.

Diketahui sebelumnya, insiden pertama terjadi pada 29 Maret 2026, ketika Kopral Farizal Rhomadon gugur akibat ledakan proyektil di posisi UNIFIL dekat Adchit Al Qusayr.

Dalam kejadian tersebut satu prajurit lainnya mengalami luka kritis.

Pasukan penjaga perdamaian PBB di Lebanon (UN Interim Force in Lebanon/UNIFIL) sudah menggelar upacara penghormatan terakhir pada Jumat, 3/4/2026.

Tiga jenazah TNI yang  gugur akan tiba di Indonesia pada hari ini, pada Sabtu, 4/4/2026. *