Anies Silaturahmi ke Cikeas Temui SBY-AHY, Pengamat: Cinta Lama Bersemi Kembali Jelang 2029
FORUM KEADILAN – Pertemuan antara Anies Baswedan dengan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) di Cikeas, Bogor, pada Minggu, 22/3/2026, dinilai bukan sekadar ajang silaturahmi Lebaran. Momen ini disebut membuka kembali peluang duet Anies–AHY pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2029.
Direktur Eksekutif Aljabar Strategic Indonesia Arifki Chaniago mengatakan bahwa pertemuan dalam suasana halalbihalal kerap menjadi ruang komunikasi politik yang sarat makna di kalangan elite.
“Pertemuan ini tidak bisa dilihat hanya sebagai silaturahmi biasa. Ada upaya memancing kemungkinan agar duet Anies–AHY tetap menjadi opsi yang hidup,” ujar Arifki kepada Forum Keadilan, Kamis, 26/3.
Ia menjelaskan, kedekatan Anies dengan Partai Demokrat memiliki jejak yang cukup panjang. Salah satunya terlihat saat Anies pernah mengikuti Konvensi Capres Partai Demokrat 2014 yang digagas pada era kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono.
“Artinya, hubungan Anies dengan Demokrat bukan hubungan baru. Sudah ada irisan sejarah politik sejak 2014,” kata Arifki.
Selain itu, pada Pilpres 2024, pasangan Anies–AHY sempat menjadi skenario utama sebelum akhirnya batal di tahap akhir. Hal ini, menurut Arifki, semakin memperkuat bahwa keduanya memiliki basis komunikasi politik yang sudah terbangun.
Arifki menambahkan, peluang duet tersebut akan sangat bergantung pada dinamika politik ke depan, terutama terkait posisi AHY dalam pemerintahan Prabowo Subianto. Karena itu juga menjadi simbol, Prabowo mempertimbangkan AHY sebagai cawapresnya nanti atau tidak.
Cairnya komunikasi politik Prabowo dengan Megawati, Jokowi, dan lainnya, tampaknya AHY ingin sediakan payung sebelum hujan. Anies adalah salah satu payungnya, begitu pun AHY salah satu langkah bagi Anies agar kartunya tetap hidup di 2029.
“Kalau Demokrat tidak mendapatkan ruang yang cukup di pemerintahan, maka kemungkinan membangun poros baru bersama Anies bisa kembali terbuka menjelang Pilpres 2029,” ujarnya.
Di sisi lain, ia mengakui tantangan terbesar duet tersebut terletak pada ambisi politik masing-masing tokoh. Baik Anies maupun AHY dinilai memiliki posisi tawar sebagai calon presiden.
“Ini yang perlu dicarikan titik temu. Tapi dalam politik, kompromi selalu mungkin terjadi jika kepentingannya bertemu,” jelasnya.
Arifki juga menilai, pertemuan yang berlangsung di kediaman SBY memiliki makna simbolik. Menurutnya, Cikeas kerap menjadi ruang penting dalam pengambilan arah politik Partai Demokrat.
“Kalau pertemuan ini terjadi dan berlangsung hangat, artinya komunikasi politik itu tidak hanya terbuka, tapi juga mendapat ruang yang serius,” katanya.
Ia menegaskan, pertemuan tersebut memang bukan keputusan politik. Namun, cukup kuat untuk dibaca sebagai langkah awal dalam memancing kemungkinan duet Anies–AHY kembali muncul pada Pilpres 2029.*
Laporan oleh: Muhammad Reza
