Soal Safari Politik Jokowi, Politisi PKB: Yang Penting Tidak Offside dan Curi Start
FORUM KEADILAN – Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Lalu Hadrian Irfani menilai, safari politik yang dilakukan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) merupakan hak pribadi setiap warga negara, termasuk apabila Jokowi memutuskan untuk bergabung dengan partai politik.
“Terkait itu, hak pribadi masing-masing. Termasuk misalnya Pak Jokowi masuk ke partai politik, ya itu haknya,” katanya, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 30/6/2026.
Meski begitu, Lalu mengingatkan agar agenda safari politik tersebut tidak melanggar aturan atau terkesan menjadi kampanye politik sebelum waktunya.
“Yang jelas tidak offside, tidak curi start. Nah itu masing-masing kita punya persepsi yang berbeda-beda,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan silaturahmi yang dilakukan seorang tokoh, terlebih mantan presiden, merupakan hal yang lumrah. Karena itu, ia tidak ingin berspekulasi lebih jauh mengenai tujuan safari politik Jokowi.
“Tetapi ya hal yang lumrahlah seorang tokoh, apalagi mantan presiden, untuk melaksanakan silaturahmi. Untuk mungkin tepatnya silaturahmi ya, saya nggak tahu,” ucapnya.
Lalu juga mengajak seluruh pihak untuk saling menghormati dan menghargai perbedaan kepentingan politik yang ada di Indonesia. Menurutnya, setiap tokoh memiliki agenda dan kepentingan masing-masing yang patut dihormati.
“Tetapi ya itu tadi, mari kita sama-sama saling menghormati, saling menghargai. Lagi-lagi saya sampaikan bahwa negara ini cukup beragam, kepentingannya juga cukup banyak. Ya antara tokoh yang satu dengan tokoh yang lain juga memiliki kepentingan yang berbeda-beda,” katanya.
Sementara itu, Lalu menegaskan, PKB tetap solid mengikuti arahan partai. Ia memastikan seluruh kader PKB berada dalam satu komando di bawah kepemimpinan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar (Cak Imin).
“Tetapi kami yang hari ini memang ditugaskan oleh Partai Kebangkitan Bangsa, ya tentu satu komando kepada Ketua Umum kami, yaitu Gus Muhaimin Iskandar,” pungkasnya.*
Laporan oleh: Novia Suhari
