Selasa, 17 Maret 2026
Menu

Prabowo Nyatakan Tunda Pengiriman Pasukan Perdamaian BoP ke Gaza

Redaksi
Presiden Prabowo Subianto dalam pertemuan dengan Kamar Dagang AS, US-ASEAN Business Council, dan The United States Indonesia Society di Washington DC, Rabu, 18/2/2026 | YouTube Sekretariat Presiden
Presiden Prabowo Subianto dalam pertemuan dengan Kamar Dagang AS, US-ASEAN Business Council, dan The United States Indonesia Society di Washington DC, Rabu, 18/2/2026 | YouTube Sekretariat Presiden
Bagikan:

FORUM KEADILAN – Presiden RI Prabowo Subianto menyatakan bahwa Indonesia menunda pengiriman pasukan perdamaian Board of Peace (BoP) dari Indonesia ke Gaza, Palestina.

“Rencana pengiriman pasukan perdamaian ke Gaza saat ini ditunda,” tulis keterangan Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Senin, 16/3/2026.

Keputusan penundaan pengiriman pasukan untuk Pasukan Stabilisasi Nasional atau International Stabilization Force (ISF) diambil oleh Prabowo usai Indonesia menangguhkan pembahasan BoP mengingatkan eskalasi perang Iran versus Amerika Serikat (AS) dan Israel meluas di kawasan Timur Tengah.

“Semua pembahasan terkait BoP sedang ditangguhkan (on hold) karena meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah,” demikian keterangan Bakom RI.

Diketahui, Prabowo mengajukan diri sebagai mediator untuk dapat membantu menyelesaikan konflik antara Iran vs AS-Israel.

Menurutnya, konflik ini sudah menciptakan ketidakpastian dan gejolak bagi semua negara di dunia.

Di sisi lain, Prabowo mengajak semua pihak yang berkonflik harus bersedia berdialog untuk mengakhiri perang.

“Saran saya selalu mencari opsi damai,” tuturnya.

Prabowo mengatakan bahwa RI bergabung dengan BoP untuk kemerdekaan Palestina melalui solusi dua negara (two-state solution).

Prabowo pun meyakini Indonesia dapat memengaruhi BoP dari dalam.

“Jika kami berada di dalamnya (BoP), kami masih bisa memengaruhi dan bekerja menuju solusi jangka panjang, yang menurut kami adalah Palestina merdeka, solusi dua negara,” tuturnya.

Sebagai informasi, Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin menyatakan bahwa Indonesia mempunyai 20.000 prajurit TNI yang siap dikirim ke Gaza untuk bergabung dalam International Stabilization Force (ISF).

Tetapi, dikarenakan negara lain hanya mengirim ratusan prajurit, Indonesia hanya mengirimkan 8.000 orang.

“Tapi ternyata negara-negara lain itu cuma kirim berapa ratus, berapa ratus ya. Jadi kita siap 8.000, ya,” ujar Sjafrie di Kementerian Pertahanan RI, Jakarta Pusat, Kamis, 12/3/2026.

Sjafrie menyatakan bahwa rencana keberangkatan pasukan TNI ke Gaza masih menunggu perkembangan dari Board of Peace (BoP).

Walaupun demikian, Sjafrie belum dapat memastikan jadwal keberangkatan pasukan TNI karena ia menyadari dinamika BoP masih sangat tinggi.

“Dinamika BoP ini juga sangat tinggi sekarang. Saya kira kita semua ikuti perkembangan secara global antara Israel, Amerika Serikat, dan Iran. Itu cukup banyak kita lihat laporan-laporan yang memerlukan perhatian khusus,” katanya.