Senin, 16 Maret 2026
Menu

Prabowo Soal BoP: Kami Masih Bisa Memengaruhi dan Bekerja Menuju Solusi Jangka Panjang

Redaksi
Presiden AS Donald Trump di pertemuan perdana Board of Peace (BoP) di Washington, D.C, pada Kamis, 19/2/2026. | YouTube Sekretariat Presiden Presiden Prabowo Subianto di pertemuan perdana Board of Peace (BoP) di Washington, D.C, pada Kamis, 19/2/2026. | YouTube Sekretariat Presiden
Presiden AS Donald Trump di pertemuan perdana Board of Peace (BoP) di Washington, D.C, pada Kamis, 19/2/2026. | YouTube Sekretariat Presiden Presiden Prabowo Subianto di pertemuan perdana Board of Peace (BoP) di Washington, D.C, pada Kamis, 19/2/2026. | YouTube Sekretariat Presiden
Bagikan:

FORUM KEADILAN – Presiden RI Prabowo Subianto yakin bahwa Indonesia dapat mempengaruhi Dewan Perdamain atau Board of Peace (BoP) bentukan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump untuk memerdekakan Palestina melalui solusi dua negara (two-state solution).

“Jika kami berada di dalamnya (BoP), kami masih bisa memengaruhi dan bekerja menuju solusi jangka panjang, yang menurut kami adalah Palestina merdeka, solusi dua negara,” ujar Prabowo, dikutip dari siaran pers Badan Komunikasi Pemerintah, Senin, 16/3/2026.

Walaupun demikian, Kepala Negara mengatakan bahwa semua pembahasan terkait BoP sedang ditangguhkan, termasuk rencana Indonesia mengirim pasukan perdamaian ke Gaza.

Hal tersebut disebabkan eskalasi konflik di Timur Tengah sedang meningkat.

Prabowo menegaskan bahwa dirinya mengajukan diri sebagai mediator untuk menyelesaikan konflik antara Amerika Serikat-Israel dan Iran.

Menurutnya, konflik ini sudah menciptakan ketidakpastian dan gejolak bagi semua negara di dunia. Ia kemudian mengajak semua pihak harus bersedia berdialog untuk mengakhiri konflik.

“Saran saya selalu mencari opsi damai,” katanya.

Prabowo menegaskan kembali bahwa Indonesia tidak akan bergabung dalam aliansi militer maupun.

Indonesia, lanjutnya, secara konsisten menjalankan prinsip politik luar negeri bebas aktif, sesuai dengan Undang-Undang Dasar 1945, yakni tidak memihak blok kekuatan manapun dan aktif menciptakan perdamaian dunia.

“Kami tidak bisa menjadi bagian dari aliansi militer mana pun. Indonesia berdiri di atas kaki sendiri, tidak bergantung pada kekuatan negara lain. Karena itu, Indonesia pun harus membangun kekuatan pertahanan yang kuat. Ketika sesuatu terjadi, kita tidak bisa bergantung pada siapa pun,” jelasnya.

Prabowo kembali menegaskan, Indonesia menjaga hubungan baik dengan semua negara tetangga dan mempunyai postur militer yang bersifat defensif. *