Selasa, 10 Maret 2026
Menu

BGN Angkat Suara Terkait SMA di Pamekasan Tolak 1.022 MBG Buntut Lele Mentah

Redaksi
Persiapan Makan Program MBG | Dok Badan Bergizi Gratis
Persiapan Makan Program MBG | Dok Badan Bergizi Gratis
Bagikan:

FORUM KEADILAN – SMA Negeri 2 Pamekasan, Jawa Timur (Jatim), menolak 1.022 porsi paket Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sedianya dibagikan kepada siswa dan guru, pada Senin, 9/3/2026 kemarin. Hal tersebut karena sekolah menemukan menu seperti ikan lele yang dikirimkan masih dalam kondisi mentah termarinasi, bahkan ada yang masih hidup.

Kepala SMAN 2 Pamekasan, Moh Arifin, menyatakan penolakan itu berlaku untuk jahat mbg selama tiga hari, yaitu untuk 9 hingga 11 Maret 2026. Arifin menilai kualitas menu MBG yang dikirim oleh pihak penyedia tidak layak dan berpotensi membahayakan keselamatan para siswa.

“Penolakan untuk Senin tanggal 9 Maret 2026 untuk jatah MBG 3 hari. Senin, Selasa, Rabu. Jadi ditolak ini ya. Untuk sekali lagi untuk jatah 3 hari ya tanggal 9, 10, 11. (Berisi) dua potong tempe, dua potong tahu dan satu lele mentah ini,” kata Arifin, Selasa, 10/3/2026.

Arifin menyayangkan sikap pihak dapur penyedia MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) As-Salman, Desa Buddagan, Kecamatan Pademawu yang dinilai tidak memperhatikan faktor kebersihan makanan. Menurutnya, ikan lele yang dikirim dalam kondisi mentah tidak mungkin dikonsumsi para siswa, karena akan cepat membusuk.

“Jadi MBG hari ini yang di SMA 2 tidak layak untuk dibagikan ke siswa dan guru. Kenapa? Yang pertama lele yang masih hidup ini diperkirakan jam 12.00 WIB membusuk dan merusak ke (makanan) yang lain. Jadi mohon maaf untuk dapur, sekolah bersikap demi keselamatan anak-anak,” jelasnya.

Arifin mengaku menemukan lele yang masih hidup ditempatkan dalam wadah yang sama dengan potongan tempe dan tahu ungkep.

“Buktinya masih mentah ya, masih mentah lelenya, bahkan kumis lelenya masih utuh ini yang sangat disesalkan oleh sekolah. Karena terus terang akan menjadi sampah di sekolah karena akan dibuang oleh anak-anak nanti,” tuturnya.

Pihak sekolah pun menyebut bahwa temuan ini bukan pertama kalinya. Arifin akan mengambil langkah untuk meninjau ulang kerja sama atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan pihak SPPG itu.

“Sehingga ada kecenderungan sekolah juga akan segera memutus kontrak. MOU untuk pindah dapur. Akan kami sampaikan secara tertulis,” tuturnya.

Ahli Gizi SPPG As-Salman, Fikri Mutawakkil, mengakui adanya insiden penolakan itu. Tetapi, dirinya menjelaskan pemberian lele dalam bentuk marinasi adalah upaya untuk menjaga kandungan protein dan gizi agar tetap optimal saat disimpan.

“Kenapa kami menggunakan lele marinasi yang pertama untuk mencegah berkurangnya gizi di lele nya. Yang kedua untuk menambah protein di hari itu. Yang ketiga, penyimpanan lele marinasi itu tahan sampai 1 hari,” ujarnya.

Pihak SPPG As-Salman juga menyayangkan potongan video yang beredar hanya menampilkan sisi negatif memperlihatkan komponen menu lengkap lainnya seperti roti pizza, telur rebus, susu, dan buah naga.

“Dan pada video tersebut yang ditampilkan itu hanya di ditampilkan hanya menu yang lele, tahu dan tempe ungkep saja.

Tapi tidak disertakan dengan menu yang ini ya dengan roti pizza, susu, terus telur rebus dan buah naga. Itu yang kami sangat sayangkan dan tidak ditampilkan di video tersebut,” ucapnya

Walaupun demikian, Fikri menegaskan bahwa pihaknya berkomitmen untuk melakukan evaluasi total dan berjanji akan melakukan perbaikan ke depannya.

“Untuk selanjutnya kami dari SPPG As-Salman, Desa Buddagan, Kecamatan Pademawu memohon maaf apabila ada kata-kata yang salah tindakan yang salah dan akan memperbaiki ke depannya. Mungkin ini sebagai evaluasi dari kami dan akan lebih baik ke depannya,” tuturnya.

Di sisi lain, Badan Gizi Nasional (BGN) memberikan klarifikasi terkait video viral yang menampilkan menu Program MBG di salah satu sekolah di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur itu.

BGN menjelaskan, video itu hanya menampilkan sebagian menu sehingga memunculkan persepsi yang tak utuh mengenal makanan yang disiapkan oleh SPPG Pamekasan Pademawu Buddagan.

Wakil kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, mengatakan berdasarkan laporan lapangan, paket makanan yang disiapkan oleh SPPG sebenarnya terdiri dari beberapa komponen menu, yaitu lele marinasi, tahu dan tempe ungkep, roti pizza, telur rebus, susu full cream, hingga buah naga.

“Berdasarkan laporan yang kami terima, menu yang disiapkan SPPG sebenarnya lengkap. Namun dalam video yang beredar hanya terlihat sebagian menu karena pihak sekolah menolak mengeluarkan paket makanan dari kendaraan distribusi,” kata Nanik di Jakarta, Selasa, 10/3/2026.

BGN menekankan setiap menu dalam program MBG disusun dengan memperhatikan keseimbangan gizi hingga standar keamanan pangan. Oleh karena itu, setiap laporan atau polemik di lapangan akan ditindaklanjuti melalui koordinasi dan evaluasi untuk memastikan pelayanan kepada penerima manfaat tetap berjalan optimal.

“Program MBG menempatkan keamanan pangan dan kualitas gizi sebagai prioritas utama. Kami terus melakukan pemantauan serta evaluasi agar seluruh proses penyiapan hingga distribusi makanan berjalan sesuai standar yang telah ditetapkan,” tambah Nanik.

Diketahui, SPPG Pamekasan Pademawu Buddagan melayani total 3.329 penerima manfaat, yang terjadi dari siswa SMA/SMK/MA, SMP/MTs, PAUD/TK, SLB, tenaga pendidik, hingga kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita di wilayah tersebut. *