Selasa, 10 Maret 2026
Menu

Prabowo: Akibat Perang di Timur Tengah, Kita Harus Siap Hadapi Kesulitan

Redaksi
Presiden Prabowo Subianto saat memberikan sambutan dalam peresmian 218 jembatan yang dilakukan secara hybrid melalui konferensi video di Hambalang, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, pada Senin, 9 Maret 2026. | Dok BPMI Setpres/Muchlis Jr
Presiden Prabowo Subianto saat memberikan sambutan dalam peresmian 218 jembatan yang dilakukan secara hybrid melalui konferensi video di Hambalang, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat, pada Senin, 9 Maret 2026. | Dok BPMI Setpres/Muchlis Jr
Bagikan:

FORUM KEADILAN – Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa Indonesia harus siap menghadapi berbagai kesulitan yang muncul akibat konflik global, termasuk perang yang terjadi di kawasan Timur Tengah.

Menurut Prabowo, dinamika dunia saat ini dapat berdampak pada berbagai sektor, sehingga pemerintah dan seluruh elemen bangsa perlu mempunyai kesiapan menghadapi tantangan yang mungkin muncul.

“Kita menghadapi kesulitan dengan sikap kita ingin mengatasi kesulitan. Kita tidak menutupi kesulitan, kita tidak pura-pura tidak ada kesulitan,” ujar Prabowo sebagaimana dikutip dalam tayangan langsung di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Senin, 9/3/2026.

Prabowo menegaskan pemerintah tak akan menutup mata terhadap berbagai tantangan yang muncul akibat situasi global.

Prabowo menjelaskan bahwa konflik di berbagai kawasan dunia, khususnya di Timur Tengah yang berpotensi memicu tekanan ekonomi maupun ketidakpastian global yang juga dapat dirasakan Indonesia.

Kepala Negara itu menilai Indonesia mempunyai kekuatan besar untuk menghadapi berbagai tantangan itu. Prabowo mengatakan persatuan nasional menjadi modal utama bangsa dalam menghadapi krisis.

“Akibat perang di Timur Tengah, kita harus siap menghadapi kesulitan. Tetapi sekali lagi, kita bersyukur bahwa sebenarnya bangsa Indonesia punya kekuatan. Kita punya kekuatan yang besar,” tuturnya.

Ia mengaku optimis Indonesia mampu melewati berbagai tantangan global dan hingga keluar dari krisis dalam kondisi yang lebih kuat.

“Bersatu kita kuat, bersatu kita akan menghadapi semua kesulitan, kita akan keluar dari semua krisis,” tandasnya. *