Jumat, 15 Mei 2026
Menu

Prabowo: Kita Bebas Aktif tapi Non-align, Tidak akan Ikut Pakta Militer 

Redaksi
Presiden Prabowo Subianto di acara Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin, 2/2/2026 | YouTube Sekretariat Presiden
Presiden Prabowo Subianto di acara Rakornas Pemerintah Pusat dan Daerah Tahun 2026 di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Senin, 2/2/2026 | YouTube Sekretariat Presiden
Bagikan:

FORUM KEADILAN – Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya di sejumlah kepala daerah dalam acara Rakornas Pemerintah Daerah-Pusat 2026 di Sentul International Convention Center (SICC), menyinggung mengenai sikap politik luar negeri Indonesia yang bebas aktif.

“Karena itu saya jalankan sebagai mandataris, meneruskan warisan pendiri-pendiri bangsa kita, saya menjalankan politik luar negeri yang menganut tetap garis kita bebas aktif tapi non-align, nonblok. Kita tidak akan ikut pakta militer mana pun,” ujar Prabowo di Sentul International Convention Center (SICC) Bogor pada Senin, 2/2/2026.

Prabowo juga menyinggung filosofi luar negerinya yaitu menghindari permusuhan dengan pihak mana pun.

“Saya katakan, filosofi luar negeri saya adalah: seribu kawan terlalu sedikit, satu lawan terlalu banyak. Apalagi satu musuh. Itu garis kita,” katanya.

Walaupun demikian, filosofi itu juga tidak akan memberikan jaminan bahwa Indonesia akan dibantu jika diserang. Oleh karena demikian, ia menegaskan bahwa pentingnya Indonesia menjadi negara yang Berdikari (Berdiri di atas kaki sendiri).

“Bung Karno mengatakan kita harus berdiri di atas kaki kita sendiri. Dan Panglima Besar kita yang pertama, Panglima Besar Sudirman mengajarkan kepada kita, kita harus percaya kepada kekuatan kita sendiri,” tuturnya.

Walaupun demikian, Indonesia tetap harus bersiap. Kepala Negara itu menegaskan bahwa kesiapan alutsista tak untuk diartikan siap perang.

“Karena kita tidak mau perang, kita harus siap untuk perang. Kita tidak niat mengancam siapa-siapa, tapi selalu mereka ganggu kita,” sambungnya.

Prabowo mengatakan bahwa saat ini pilihan untuk tidak bergabung dengan pakta militer manapun jadi opsi terbaik hari ini dengan kondisi geopolitik dunia saat ini, harus dicermati dengan baik.

“Tugas saya sebagai Presiden, sebagai pemegang kepercayaan rakyat, saya harus menjaga bangsa ini, saya harus menjaga rakyat ini,” lanjutnya.

“Kita tidak bisa emosional. Kita tidak bisa terlalu idealis. Karena yang berlaku adalah dunia nyata,”  tandasnya. *