Kamis, 29 Januari 2026
Menu

Menko Zulhas Ungkap Waktu Pembagian MBG di Bulan Ramadan Bakal Disesuaikan

Redaksi
Ilustrasi Makan Bergizi Gratis | Dok Pemkot Tangerang
Ilustrasi Makan Bergizi Gratis | Dok Pemkot Tangerang
Bagikan:

FORUM KEADILAN – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dipastikan akan tetap berjalan walaupun saat Ramadan. Tetapi, waktu pembagian dan menu makanan kepada penerima manfaat akan disesuaikan.

Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan atau Zulhas mengungkapkan bahwa kini, jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG di berbagai wilayah Indonesia telah mencapai 22.091 unit. Jumlah penerimanya pun mencapai lebih dari 60 juta orang.

“Penerima manfaat sudah lebih dari 50 juta lebih sedikit. Jadi sudah tembus 600 juta ya,” kata Zulhas dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Koordinator (Kemenko) Pangan, Jakarta Pusat, Kamis, 29/1/2026.

Zulhas pun menjelaskan bahwa dari jumlah tersebut, penerima MBG pada usia anak sekolah rata-rata sudah berada di atas 90 persen untuk masing-masing sekolah yang telah mempunyai SPPG. Tetapi, penerima manfaat di pesantren masih hanya sekitar 20 persen.

“Tadi kalau dari sekolah, dari Dikdasmen itu sudah hampir rata dapat ya. Jadi kalau 100 persen siswanya yang dapat penerima manfaat itu sudah 90 persen, 95 persen rata-rata hampir 100 persen” tutur Zulhas.

“Tadi kalau Menteri Agama datanya rendah, tapi dari Pak Dadan hampir sudah 70% tapi kalau di Kementerian Agama datanya kira-kira baru 20-an%. Ya ini data yang akan kita cocokan,” lanjut dia.

Lalu, Zulhas kembali mengungkapkan bahwa selama Ramadan, pelaksanaan MBG bakal tetap dilaksanakan dengan penyesuaian.

Di sisi lain, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana pada kesempatan yang sama juga menegaskan bahwa MBG bakal tetap dilaksanakan pada bulan Ramadan. Walaupun demikian, ada penyesuaian menu yang dibagikan sampai dengan waktu pembagiannya.

Dadan menjelaskan, bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita, pelayanan MBG dilakukan dengan normal. Lalu, bagi anak sekolah di daerah yang mempunyai mayoritas peserta didik berpuasa, maka menu MBG akan dibagikan pada saat pulang sekolah untuk menjadi menu berbuka.

“Contoh untuk puasa nih, kurma, telur rebus atau telur asin atau telur pindang, buah, susu, abon,” kata Dadan.

Untuk daerah yang memiliki anak sekolah mayoritas tidak berpuasa, maka pelayanan MBG berlangsung secara normal. Kemudian, bagi SPPG yang berada di pesantren, MBG akan dibagikan pada sore hari dengan menu makanan normal.*