Kamis, 15 Januari 2026
Menu

Istana Beberkan Alasan Prabowo Kumpulkan Rektor-Guru Besar

Redaksi
Presiden RI Prabowo Subianto menghadiri Puncak Peringatan Natal Nasional Tahun 2025 yang diselenggarakan di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, pada Senin, 5 Januari 2026. | YouTube Sekretariat Presiden
Presiden RI Prabowo Subianto menghadiri Puncak Peringatan Natal Nasional Tahun 2025 yang diselenggarakan di Tennis Indoor Senayan, Jakarta, pada Senin, 5 Januari 2026. | YouTube Sekretariat Presiden
Bagikan:

FORUM KEADILAN  – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg), Prasetyo Hadi, mengungkapkan alasan Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan rektor hingga guru besar di Istana, Jakarta.

Prabowo ingin menyampaikan perkembangan terkini kondisi negara dan geopolitik, hingga rencana besar ke depan.

“Jadi hari ini memang betul ada agenda dari Bapak Presiden. Bukan memanggil ya, ini bagian dari agenda Bapak Presiden sebagai kepala negara dan kepala pemerintahan untuk berdiskusi, menyampaikan pandangan-pandangan beliau, update-update terhadap kondisi negara kita maupun kondisi geopolitik, dan rencana-rencana besar yang harus kita kerjakan ke depan,” ujar Prasetyo kepada wartawan di Kompleks Istana Negara, Jakarta, Kamis, 15/1/2026.

Menurutnya, agenda ini adalah bagian dari rangkaian kegiatan Prabowo sepanjang sepekan terakhir yang secara khusus menaruh perhatian besar pada sektor pendidikan.

Prasetyo mengatakan bahwa dirinya menempatkan pendidikan sebagai salah satu fondasi utama pembangunan, seiring dengan upaya mengejar swasembada pangan dan swasembada energi.

“Oleh karena itulah, Bapak Presiden melakukan banyak komunikasi dengan berbagai pihak. Dan hari ini kebetulan jadwalnya adalah beliau akan berdiskusi dan membangun komunikasi kepada para rektor, guru besar, baik Perguruan Tinggi Negeri maupun Perguruan Tinggi Swasta. Jadi kurang lebih 1.200 undangan yang hari ini akan berdiskusi bersama dengan Bapak Presiden,” jelasnya.

“Kalau saudara-saudara perhatikan, ini bagian dari kemarin dalam satu minggu, betul-betul kita ingin menjadikan pendidikan, karena memang kita pahami pendidikan adalah salah satu pondasi dan faktor kunci,” tambahnya.

Prasetyo menegaskan bahwa penguatan sumber daya manusia menjadi kunci menuju Indonesia Emas 2045. Oleh karena demikian, menurutnya, pertemuan dengan para pemangku kepentingan di dunia pendidikan tersebut menjadi bagian penting dari strategi besar pemerintah dalam membangun kualitas manusia Indonesia ke depan.

“Jadi selain kita mengejar dan bekerja keras mencapai swasembada pangan, swasembada energi, maka salah satu pondasi utamanya adalah sumber daya manusia. Pengawakan baik sekarang maupun ke depan menuju Indonesia Emas 2045. Jadi ini adalah bagian dari rangkaian kegiatan Bapak Presiden di bidang pendidikan,” pungkasnya. *