Sabtu, 10 Januari 2026
Menu

Lampaui Target Awal, BGN Ungkap MBG Telah Menjangkau 55,1 Juta Penerima

Redaksi
Presiden Prabowo Subianto memeriksa kotak Makan Bergizi Gratis (MBG) | Dok. Kemensetneg
Presiden Prabowo Subianto memeriksa kotak Makan Bergizi Gratis (MBG) | Dok. Kemensetneg
Bagikan:

FORUM KEADILAN – Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Investigasi dan Komunikasi Publik Nanik Sudaryati Deyang mengungkapkan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) mencatat adanya lonjakan penerima manfaat dalam setahun pelaksanaannya.

Adapun target awal program ini, yaitu 6 juta penerima. Namun, hingga saat ini, MBG telah menjangkau sebanyak 55,1 juta penerima per harinya di seluruh Indonesia. Nanik menyebut bahwa capaian ini jauh melampaui target awal pemerintah.

“Awalnya target kami di 2025 hanya 6 juta penerima. Tapi per hari ini sudah mencapai 55,1 juta penerima. Ini di luar perkiraan,” kata Nanik dalam konferensi pers satu tahun MBG di SMKN 1 Jakarta, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Kamis, 8/1/2026.

Nanik menjelaskan bahwa jumlah penerima yang melebihi target itu didukung oleh operasional 19.800 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG yang tersebar di sejumlah daerah.

Kamudian, menurut Nanik, MBG berdampak pula pada penyerapan tenaga kerja. Terdapat sekitar 902 orang yang saat ini bekerja di dapur SPPG secara langsung. Sementara itu, sebanyak 1,5 juta orang lain terlibat langsung dalam MBG dengan menjadi pemasok bahan pangan.

“Total sekitar 2,5 juta tenaga kerja terserap dari program ini. mulai dari juru masak, pengelola dapur, hingga petani dan UMKM pemasok,” jelas Nanik.

Lalu, Nanik juga mengatakan bahwa dapur MBG saat ini, sebagian besar dibangun oleh mitra masyarakat. Apabila rata-rata satu dapur MBG menelan investasi sekitar Rp2 milir, maka nilai investasi masyarakat diperkirakan mencapai Rp40 triliun.

Dengan ini, partisipasi masyarakat begitu besar dan pemerintah tidak sendirian dalam menjalankan program ini.

Setelah ini, pemerintah menargetkan penerima MBG mencapai 82,9 juta orang hingga Mei 2026. Sasaran penerimanya pun akan bertambah, yaitu guru, tenaga kependidikan, santri pondok pesantren, hingga anak-anak di rumah singgah.

Ia menegaskan bahwa perluasan penerima tersebut bakal berjalan bersama dengan pengetatan standar operasional. Ia juga ngungkapkan pesan dari Presiden Prabowo Subianto yang mengatakan, target penerima bolehlah besar, namun kualitas dan keamanan makanan haruslah menjadi nomor satu.*