Kamis, 10 September 2026
Menu

Pidato Politik AHY, Prabowo: Harus Berterima Kasih atas Kritik dan Koreksi

Redaksi
Presiden Prabowo Subianto dalam acara, Perayaan HUT ke-25 Partai Demokrat, Rabu, 9/9/2026. | Dok YouTube Demokrat
Presiden Prabowo Subianto dalam acara, Perayaan HUT ke-25 Partai Demokrat, Rabu, 9/9/2026. | Dok YouTube Demokrat
Bagikan:

FORUM KEADILAN – Presiden Prabowo Subianto memberikan respons menyoal pidato Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), yang dinilai menjadi kritik terhadap pemerintahan. Tetapi, menurutnya, penyampaian pidato AHY dinilai tegas dan sistematis.

“Pidato Ketum (AHY), Saudara luar biasa, sangat baik, sangat lengkap, dan Anda tahu ya kalau saya ini kan tidak pakai teks ya. Saya bicara dari hati saya (tepuk tangan), pidato Beliau sistematis, pidato Beliau tegas,” ujar Prabowo dalam acara, Perayaan HUT ke-25 Partai Demokrat, Rabu, 9/9/2026.

Dalam pidato AHY, pada Sabtu, 5/9/2026 lalu, ia menyinggung menyoal ‘kekuasaan bukan milik seseorang untuk selamanya’. Selain itu, AHY juga mengatakan bahwa ‘kekuasaan adalah amanat rakyat yang memiliki batas waktu’. Hal tersebut dinilai sebagai kritik oleh beberapa kalangan.

Prabowo menjelaskan bahwa berpendapat, kritik, dan koreksi adalah bagian dari hidup berdemokrasi. Tetapi, menurut Prabowo, penyampaian tersebut adalah itikad baik dari Partai Demokrat.

“Memang beberapa hari lalu ada kalangan menilai pidato kemarin itu katanya adalah kritik tajam. Tapi memang bangsa yang besar, yang sudah milih jalan demokrasi, harus berterima kasih atas kritik dan koreksi. Tapi yang jelas Beliau tegas menyampaikan itikad Beliau dan itikad Partai Demokrat, yaitu bersama-sama kita bekerja untuk rakyat,” jelasnya.

Diketahui, Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyinggung mengenai kesalahan penafsiran dalam pidato politiknya. Ia pun menegaskan bahwa pesan inti dalam pidato politiknya ingin pemerintahan Presiden Prabowo Subianto sukses.

Hal ini disampaikan oleh AHY dalam pidatonya di puncak HUT ke-25 Partai Demokrat di Indonesia Arena, Senayan, Jakarta, pada Rabu, 9/9/2026, yang dihadiri oleh Presiden Prabowo Subianto.

AHY menjelaskan bahwa pidatonya itu bertujuan untuk menyemangati kadernya.

“Empat hari yang lalu, Bapak Presiden, sebagai bagian dari refleksi dan kontemplasi, di HUT partai, saya menyampaikan pidato politik. Maksudnya sederhana, kami ingin menyemangati kader, kami ingin meneguhkan kembali nilai-nilai dan jati diri perjuangan Partai Demokrat,” kata AHY.

Ia kemudian mempertegas kembali inti pidatonya tersebut agar jangan ada salah tafsir. Ia menegaskan bahwa posisi Demokrat ingin pemerintahan Prabowo sukses.

“Pada kesempatan yang baik ini, izinkan saya mempertegas isi dari pidato politik tersebut. Karena saya khawatir ada yang salah tafsir,” tuturnya.

“Posisi Demokrat jelas, posisi Demokrat jelas, kami ingin pemerintahan Presiden Prabowo Subianto berhasil. Tidak ada hal lain selain kesuksesan dan keberhasilan pemerintahan ini,” imbuhnya.

AHY menilai, bila pemerintahan sukses, bukan hanya Presiden dan jajarannya yang berhasil, tapi juga seluruh rakyat Indonesia.

“Yang berhasil bukan hanya presiden. Bukan hanya kabinet. Bukan hanya Partai-partai yang berada dalam pemerintahan, tapi yang berhasil adalah kita semua. Yang berhasil adalah Indonesia,” katanya.

Sebelumnya, AHY berbicara mengenai kekuasaan bukan milik seseorang untuk selamanya. Hal tersebut disampaikan AHY saat memberi sambutan pada peringatan 25 Tahun Partai Demokrat di Kantor DPP Partai Demokrat, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu, 5/9/2026. *