Teknologi Mixer Spiral Perkuat Kapasitas Produksi UMKM Mamayu Bakehouse
FORUM KEADILAN – Tim Universitas Muhammadiyah Kalianda melaksanakan Program Pengabdian kepada Masyarakat tahun pendanaan 2026 melalui kegiatan bertajuk “Pemberdayaan Masyarakat melalui Peningkatan Kapasitas Produksi Mamayu Bakehouse dengan Penerapan Teknologi Mixer Spiral”. Program ini didukung oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) melalui pendanaan BIMA 2026.
Mamayu Bakehouse merupakan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bakery di Bandar Lampung yang memproduksi donat, aneka roti, snack box, kue kering, dan berbagai produk pesanan. Selama ini, proses pengadonan masih menggunakan mixer rumah tangga berkapasitas sekitar 5 liter. Kondisi tersebut menyebabkan volume adonan terbatas, proses mixing harus dilakukan berulang, waktu produksi lebih panjang, serta konsistensi mutu adonan belum optimal.
Melalui program ini, tim menerapkan mixer spiral berkapasitas sekitar 20 liter sebagai teknologi tepat guna untuk meningkatkan kapasitas dan efisiensi produksi. Implementasi teknologi dilengkapi pelatihan pengoperasian dan perawatan alat, penyusunan SOP pengadonan, praktik produksi, serta pendampingan dan evaluasi.
Program diketuai Dr. Saodin, M.M., dengan anggota Khil Wailmi, S.E., M.Si., M.M. dan Subagio, S.H., M.H. dari Universitas Muhammadiyah Kalianda. Penerapan teknologi ditargetkan mampu meningkatkan kapasitas pengadonan sebesar 50–100 persen dan meningkatkan efisiensi waktu sekitar 30–40 persen, sekaligus menghasilkan adonan yang lebih homogen dan konsisten.
Owner Mamayu Bakehouse, Putri Ayu Septiani, menyampaikan apresiasi atas program tersebut.
“Kami berterima kasih kepada Kemdiktisaintek dan tim Universitas Muhammadiyah Kalianda. Mixer spiral sangat membantu proses produksi menjadi lebih cepat dan kapasitas pengadonan lebih besar. Kami berharap pendampingan ini dapat mendukung perkembangan Mamayu Bakehouse secara berkelanjutan,” ujarnya.
Program ini diharapkan menjadi contoh penerapan teknologi tepat guna yang mampu mendorong UMKM pangan lebih produktif, modern, dan mandiri.*
