Rayakan 45 Tahun, Dewan Guru Besar BINUS University Dorong Gagasan AI for Life untuk Masa Depan Indonesia
FORUM KEADILAN – Dewan Guru Besar BINUS University memperkenalkan gagasan AI for Life dalam peringatan 45 tahun perjalanan BINUS University atau Lustrum IX. Gagasan tersebut menekankan pemanfaatan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) secara bermakna, etis, dan bertanggung jawab untuk mendukung kehidupan manusia serta pembangunan Indonesia.
Melalui gagasan tersebut, BINUS University menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya berperan sebagai penyelenggara pendidikan, tetapi juga memiliki tanggung jawab menghadirkan solusi dan pemikiran bagi berbagai tantangan bangsa.
Ketua Dewan Guru Besar BINUS University Prof. Dr. Ir. Harjanto Prabowo, M.M., mengatakan, peringatan 45 tahun BINUS menjadi momentum bagi para guru besar untuk memperluas kontribusi akademiknya kepada masyarakat.
“Di usia 45 tahun BINUS, kami bersyukur atas perjalanan yang telah dilalui dan menghargai seluruh kontribusi yang telah membentuk BINUS hingga hari ini. Namun, rasa syukur itu juga harus diwujudkan melalui komitmen untuk terus berkarya dan memberikan kontribusi bagi Indonesia. Melalui gagasan AI for Life, Dewan Guru Besar BINUS ingin menegaskan bahwa teknologi, khususnya AI, harus diarahkan untuk memperkuat kehidupan manusia, bukan menggantikannya,” ujar Prof. Harjanto di Tangerang, Rabu, 1/7/2026.
Menurut BINUS, perkembangan AI yang semakin pesat tidak dapat dipandang hanya sebagai penggunaan alat atau aplikasi. AI dinilai perlu dipahami secara lebih komprehensif karena berpengaruh terhadap berbagai sektor, mulai dari pendidikan, industri, kreativitas, tata kelola pemerintahan, hukum, hingga strategi nasional.
Untuk merumuskan gagasan tersebut, Dewan Guru Besar BINUS University membaginya ke dalam tiga kelompok kajian lintas disiplin.
Subtim pertama mengkaji aspek teknologi, rekayasa, dan teknologi informasi beserta dampaknya. Tim yang beranggotakan Prof. Firdaus Alamsjah, Prof. Widodo Budiharto, dan Prof. Engkos A. Kuncoro itu menilai, Indonesia perlu bergerak dari sekadar mengadopsi AI menuju transformasi AI yang mampu menciptakan nilai ekonomi dan sosial melalui peningkatan produktivitas, kualitas pengambilan keputusan, serta inovasi.
Selain itu, transformasi tersebut dinilai harus didukung oleh kesiapan sumber daya manusia, literasi digital, tata kelola data, perlindungan privasi, etika, dan kepemimpinan yang adaptif.
Sementara itu, subtim kedua membahas peluang dan tantangan AI bagi bisnis serta industri kreatif. Kelompok yang terdiri atas Prof. Harjanto Prabowo, Prof. John Fredy Bobby Saragih, Prof. Mita Purbasari Wahidiyat, dan Prof. Lindrianasari tersebut berpandangan, AI dapat menjadi mitra dalam memperkuat inovasi, efisiensi, daya saing, dan penciptaan nilai baru.
Namun demikian, mereka menegaskan, kreativitas tetap membutuhkan rasa, konteks budaya, pengalaman hidup, kepekaan sosial, dan pemaknaan manusia, sehingga AI tidak dapat menggantikan peran tersebut.
Adapun subtim ketiga mengulas aspek geopolitik global, hukum, dan strategi kebijakan nasional. Tim yang terdiri atas Prof. Mts Arief, Prof. Tirta N. Mursitama, dan Prof. Shidarta menilai, Indonesia perlu memperkuat kedaulatan data, keamanan siber, regulasi, perlindungan data pribadi, serta kebijakan nasional yang adaptif di tengah meningkatnya peran AI dalam persaingan global.
Ketiga fokus tersebut turut menjadi bagian dari orasi ilmiah bertema Shaping the Next Intelligence Era: Artificial Intelligence, Leadership, and Collaboration. BINUS menilai, kepemimpinan dan kolaborasi menjadi faktor penting agar perkembangan AI mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Prof. Harjanto menegaskan, AI harus dikembangkan dengan pendekatan yang berpusat pada manusia sehingga dapat meningkatkan kualitas pendidikan, memperkuat industri, mendukung pengambilan kebijakan, serta memperluas akses terhadap berbagai peluang.
“BINUS lahir dengan semangat Bina Nusantara. Karena itu, setiap pemikiran dan inovasi yang kami hadirkan harus kembali kepada kontribusi bagi bangsa. AI for Life adalah ajakan agar kita tidak hanya mengejar kemajuan teknologi, tetapi juga memastikan bahwa teknologi tersebut membawa manfaat nyata bagi manusia dan Indonesia,” tambah Prof. Harjanto.
Melalui semangat BINUS Berkarya dan Co-Creating the Intelligent Society, BINUS University berharap gagasan AI for Life dapat menjadi kontribusi bagi pemerintah, dunia pendidikan, industri, dan berbagai pemangku kepentingan dalam membangun Indonesia yang lebih adaptif, kolaboratif, inklusif, serta siap menghadapi perkembangan teknologi di masa depan.*
Laporan oleh: Muhammad Reza
