Sabtu, 27 Juni 2026
Menu

TNI Ungkap Beri Hukuman Fisik Ke Peserta Latsarmil Kopdes-Kampung Nelayan

Redaksi
Sejumlah calon pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan calon pengelola Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang akan mengikuti Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) Komponen Cadangan (Komcad). | DOK. Setjen Infohan Kemhan
Sejumlah calon pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan calon pengelola Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang akan mengikuti Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) Komponen Cadangan (Komcad). | DOK. Setjen Infohan Kemhan
Bagikan:

FORUM KEADILAN – Pelatih dari TNI memberlakukan hukuman fisik kepada peserta latihan dasar militer (latsarmil) bila kedapatan melanggar beberapa peraturan selama pendidikan, salah satu contoh ketika peserta terlambat mengikuti apel pagi.

“Contoh saat apel pagi, mereka terlambat mungkin karena ketiduran dan sebagainya, kita berikan hukuman push up 10 atau 15 kali,” ujar Komandan Batalyon Latihan SPPI KDKMP dan KNMP di Brigif 1 Marinir Cilandak Letkol (Mar) Agus Mutaqin saat ditemui awak media di markas Marinir, Cilandak, Jakarta Timur, Kamis, 25/6/2026.

Agus mengatakan bahwa hukuman fisik tersebut diberlakukan agar peserta mempunyai jiwa disiplin yang tinggi hingga taat akan peraturan. Hukuman itu juga diharapkan dapat membuat peserta dapat hidup lebih tertib.

Tak hanya karena telat mengikuti apel, para peserta juga akan menerima hukuman bila tidak mengikuti makan bersama.

Menurutnya, hal itu juga harus dilakukan karena makan adalah aktivitas yang wajib dilakukan demi menjaga kesehatan fisik peserta.

“Kita juga lakukan hukuman secara kolektif, contohnya tidak makan. Karena makan adalah untuk meningkatkan kemampuan kita, kalau tidak makan atau tidak bersama-sama yang lain, kita kasih hukuman supaya besok tidak mengulang lagi,” tuturnya.

Agus menegaskan hukuman yang diberikan kepada para peserta tidak disamakan dengan standar prajurit, melainkan menyesuaikan dengan kemampuan fisik peserta.

Tak hanya hukuman saja, pihaknya juga tidak segan memberikan reward atau penghargaan bagi peserta yang berprestasi selama pendidikan.

Hal ini dilakukan agar peserta termotivasi dan terus semangat dalam menjalani program latsarmil.

Hingga saat ini, sambungnya, seluruh rangkaian pendidikan latsarmil masih berjalan dengan aman dan kondusif.

Ia berharap agar proses pendidikan bahwa kali ini dapat selesai dengan baik dan seluruh peserta mendapatkan ilmu yang bermanfaat untuk diterapkan ketika mengelola Koperasi Desa Merah Putih.

Agus menjelaskan, peserta yang mempunyai riwayat masalah kesehatan tidak diikutsertakan dalam latihan fisik. Hal ini dilakukan agar dapat memastikan para peserta latsarmil tetap dalam kondisi sehat dan tetap dapat mengikuti materi pendidikan.

“Yang memiliki riwayat kronis atau sakit berat kita pisahkan sampai dengan tingkat peleton dan kompi. Supaya kegiatan-kegiatan di lapangan yang berkaitan dengan fisik tidak kita ikutkan,” jelasnya.

Agus menyebut pihaknya mendapatkan data riwayat kondisi fisik peserta dari hasil pemeriksaan kesehatan mereka sebelum mengikuti latsarmil.

Usai kondisi kesehatan masing-masing peserta dipelajari dan dipisahkan, para pelatih akan mengarahkan peserta yang punya riwayat penyakit untuk mengikuti materi di dalam kelas.

Agus mengatakan bahwa untuk kegiatan di luar kelas, para peserta latsarmil menjalankan beberapa kegiatan mulai dari Apel pagi ini hingga latihan peraturan baris berbaris (PBB).

Para peserta juga mengikuti latihan menembak dengan senjata yang sudah disiapkan personel Marinir.

“Termasuk nanti di minggu ketiga kita akan melatih menembak perorangan di lapangan yang sudah kita siapkan. Jadi mereka punya dasar-dasar militer yang sekiranya bisa buat bekal dalam menuju penugasan berikutnya,” jelasnya.

Hingga saat ini, lanjutnya, seluruh rangkaian pendidikan latsarmil masih berjalan dengan aman dan kondusif.

Ia berharap proses pendidikan kali ini dapat selesai dengan baik dan seluruh peserta mendapatkan ilmu yang bermanfaat untuk diterapkan ketika mengelola koperasi Desa Merah Putih.

Sebanyak 674 peserta latsarmil dari SPPI mengikuti pendidikan selama satu setengah bulan di markas Pasmar I Cilandak, Jakarta. Para peserta tersebut terbagi menjadi empat kompi di mana setiap kompi bersisi enam.

Selama di markas Korps Marinir, mereka mengikuti ragam pendidikan latihan dasar militer yang bertujuan untuk meningkatkan jiwa nasionalisme dan sikap disiplin dalam bekerja. *