Kamis, 25 Juni 2026
Menu

Prabowo: Tanya Anak-anak, MBG Perlu atau Tidak?

Redaksi
Presiden Prabowo Subianto saat memberikan sambutan pada Puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII di Sport Center Limboto, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo, Rabu, 24 Juni 2026. | Dok BPMI Setpres/Muchlis Jr
Presiden Prabowo Subianto saat memberikan sambutan pada Puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII di Sport Center Limboto, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo, Rabu, 24 Juni 2026. | Dok BPMI Setpres/Muchlis Jr
Bagikan:

FORUM KEADILAN – Presiden Prabowo Subianto menyentil pihak yang tak menyetujui program Makan Bergizi Gratis (MBG), yang menjadi program andalannya.

Prabowo mengatakan bahwa banyak pihak membutuhkan program tersebut.

Hal tersebut disampaikan oleh Prabowo dalam pidatonya dalam acara Puncak Pekan Nasional (Penas) Petani dan Nelayan XVII di Gorontalo, Rabu, 24/6/2026. Ia sempat teralihkan oleh sekelompok orang yang membentangkan kain bertulisan ‘Lanjutkan MBG’.

“Sabar dulu, ya. Aku harus, aku harus selesaikan sambutan saya ini. Anak-anak itu, ya,” ujar Prabowo.

Prabowo kemudian menyebut pihak-pihak yang tidak setuju dengan pelaksanaan program MBG. Ia meminta agar kelompok tersebut agar menanyakan pendapatnya kepada kalangan petani dan nelayan hingga anak-anak.

“Ada juga yang nggak setuju MBG. Harusnya mereka yang nggak setuju MBG datang ke sini, ya. Tanya itu petani-nelayan, MBG perlu atau tidak? Tanya anak-anak, MBG perlu atau tidak?” katanya.

Prabowo menyindir kelompok intelektual yang menyebut bahwa ada hal lain yang lebih genting daripada permasalahan kelaparan dan tidak setuju dengan pandangan tersebut.

“Katanya ada orang-orang pintar yang mengatakan, ada lebih genting dari perut lapar. Saya kira nggak ada yang lebih genting dari perut lapar. Orang perut lapar itu, kalau nggak segera diisi, ya dia mati,” lanjutnya.

Prabowo mengacu pada data PBB yang memprediksi masalah kelaparan dunia akan terjadi. Di sisi lain, Prabowo mengatakan Indonesia akan berhasil melakukan ekspor pangan.

“Dan PBB sudah meramalkan tahun ini kelaparan di dunia akan masif. Dua tahun yang lalu, sekitar 300 juta orang kelaparan di dunia. Diperkirakan sekarang sudah meningkat jadi jadi 500 juta, ya? 700 juta. FAO memberi warning. Dan saudara-saudara, alhamdulillah, kita sekarang sudah mulai ekspor,” pungkasnya. *