Sabtu, 20 Juni 2026
Menu

Jokowi Ungkap Perannya di PSI Jadi Motivator

Redaksi
Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) saat memberikan pidatonya di Kongres PSI di Solo, Jawa Tengah, Sabtu, 19/7/2025 | YouTube Forum Keadilan
Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) saat memberikan pidatonya di Kongres PSI di Solo, Jawa Tengah, Sabtu, 19/7/2025 | YouTube Forum Keadilan
Bagikan:

FORUM KEADILAN – Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) buka suara terkait rumor akan segera bergabung dengan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dan menjabat sebagai Dewan Pembina.

Jokowi menyebut ada proses yang harus dilalui di internal PSI sebelum dirinya bergabung dengan Partai yang dipimpin putranya, Kaesang Pangarep.

“Di PSI itu kan ada mekanisme partai yang harus dilalui, tidak hanya penjaketan saja langsung,” ujar Jokowi saat ditemui di kediamannya, Sumber, Banjarsari, Jumat, 19/6/2026.

Mengenai jabatannya di PSI, Jokowi hanya menyebut perannya saat ini lebih sebagai pemberi semangat.

“Sebagai apa, sebagai motivator,” katanya.

Walaupun belum secara resmi bergabung dengan PSI, Jokowi memastikan siap berupaya maksimal untuk memenangkan Partai tersebut.

“Seperti yang saya sampaikan di Kongres, di Rakernas (PSI), saya akan kerja mati-matian untuk PSI,” tambahnya.

Diketahui sebelumnya, Ketua DPP PSI, Bestari Barus, mengungkapkan Partainya akan segera melakukan penyematan jaket PSI kepada Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) sebagai tanda resminya menjadi Ketua Dewan Pembina.

Bestari mengatakan penyematan jaket yang akan dilakukan oleh Ketum PSI Kaesang Pangarep tersebut juga menjadi penanda Jokowi tidak lagi bersama PDIP.

Namun, ia belum dapat memastikan kapan tepatnya penyematan jaket itu.

“Ya, bisa seperti itu (sebelum keliling), bisa mengalir. Yang paling penting adalah bahwa menjadi permakluman publik Pak Jokowi itu bukan sekadar kata-kata saja,” ujar Bestari kepada awak media, Sabtu, 13/6/2026.

“Tetapi nanti, setelah disematkan jaket itu dan diumumkan secara resmi oleh Ketua Umum, itu menjadi permakluman publik sebesar-besarnya bahwa Pak Jokowi sudah bersama PSI dan tidak lagi bersama PDI,” lanjutnya.

Ia menjelaskan rencana Jokowi menjabat sebagai Ketua Dewan Pembina PSI sudah disampaikan sebelumnya oleh Kaesang dalam sejumlah kunjungan. Termasuk di Sumatra Selatan dan Lampung.

“Tentunya kalau soal jaketnya itu kan simbolik. Penjaketan itu simbolik tentu menyesuaikan dengan waktu dan tempat nanti di mana Ketua Umum yang akan menyematkan secara simbolis, dimulainya efektifnya beliau nanti Pak Jokowi sebagai Ketua Dewan Pembina,” sambungnya.

Bestari berharap usai proses penyematan jaket PSI, status politik Jokowi menjadi lebih jelas di hadapan publik. Ia menegaskan bahwa Jokowi tidak lagi berada di PDIP.

“Ya saya kira itu, bisa bersamaan diperkenalkan (turun keliling), nah sekaligus itu menjadi gong pertama Pak Jokowi bersama kita di dalam board PSI gitu ya,” ujarnya. *