Sabtu, 13 Juni 2026
Menu

Habiburokhman Sebut Kritik Dino Patti Djalal Sebagai Serangan Politik

Redaksi
Ketua Komisi III DPR RI Fraksi Partai Gerindra Habiburokhman | Ist
Ketua Komisi III DPR RI Fraksi Partai Gerindra Habiburokhman
Bagikan:

FORUM KEADILAN – Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Habiburokhman, menanggapi kritik yang disampaikan Dino Patti Djalal terkait intensitas kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto. Menurutnya, kritik tersebut tidak produktif karena dinilai tidak didasarkan pada informasi yang akurat.

Habiburokhman menegaskan bahwa dalam era demokrasi dan keterbukaan, kritik merupakan hal yang wajar dan perlu diterima, termasuk dari mantan pejabat tinggi negara seperti Dino Patti Djalal. Namun ia menilai, kritik yang disampaikan mantan Wakil Menteri Luar Negeri tersebut justru cenderung menjadi serangan politik.

“Namun demikian, sebagai sesama anak bangsa saya harus mengkritik balik Dino. Kritik beliau tidak produktif karena tidak berbasis info yang akurat, bahkan ada tendensi kritik beliau sebagai serangan politik yang membabi buta dan sekadar mengolok-olok pemerintahan Pak Prabowo,” katanya dalam keterangan tertulis, Selasa, 2/6/2026.

Ketua Komisi III DPR RI itu juga mempertanyakan usulan Dino yang menyarankan agar Presiden Prabowo lebih banyak mengundang pemimpin negara lain ke Indonesia dibanding melakukan kunjungan ke luar negeri.

Menurut Habiburokhman, usulan tersebut kurang relevan di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian. Ia mencontohkan sejumlah pemimpin dunia yang tetap melakukan kunjungan langsung ke negara lain untuk memperjuangkan kepentingan nasional mereka.

“Solusi yang disampaikan agar Pak Prabowo lebih banyak mengundang pemimpin negara lain juga agak aneh. Di tengah ketidakpastian situasi global saat ini bahkan Donald Trump merasa perlu mengunjungi Cina untuk memperjuangkan kepentingan negaranya,” ujarnya.

Oleh karena itu Habiburokhman menilai, Presiden Prabowo justru perlu bersikap proaktif dalam menjalankan diplomasi internasional, baik dengan menerima kunjungan pemimpin negara sahabat maupun melakukan kunjungan ke luar negeri.

Selain itu, Habiburokhman juga menyoroti posisi Dino Patti Djalal sebagai mantan Wakil Menteri Luar Negeri. Ia menilai, kurang etis apabila mantan pejabat yang pernah berada di lingkaran pemerintahan mengkritik secara terbuka kinerja penerusnya di bidang yang sama.

“Sebagai mantan Wamenlu juga kurang etis jika Dino mengkritik kinerja politik luar negeri pemerintahan Prabowo,” katanya.

Habiburokhman menambahkan, di banyak negara maju, mantan pejabat umumnya membatasi diri dalam mengkritik penerus mereka sebagai bentuk penghormatan kepada pihak yang sedang menjalankan tugas pemerintahan.

“Hal tersebut didasarkan pada sikap menghormati orang yang sedang bekerja. Kritik mantan pejabat kepada penerusnya bahkan bisa menjadi bumerang jika publik membandingkan kinerja si mantan dengan yang sedang menjabat,” pungkasnya.*

 

Laporan oleh: Novia Suhari