Jumat, 29 Mei 2026
Menu

Dana Resmi Rekonstruksi Gaza BoP Masih Kosong

Redaksi
Presiden Prabowo Subianto dalam Inaugural Meeting Board of Peace yang digelar di Donald Trump United States Institute of Peace, Washington, D.C., Amerika Serikat, pada Kamis, 19/2/2026 | Dok. BPMI Setpres/Cahyo
Presiden Prabowo Subianto dalam Inaugural Meeting Board of Peace yang digelar di Donald Trump United States Institute of Peace, Washington, D.C., Amerika Serikat, pada Kamis, 19/2/2026 | Dok. BPMI Setpres/Cahyo
Bagikan:

FORUM KEADILAN – Dana resmi rekonstruksi Gaza milik Board of Peace (BoP) yang dibentuk oleh Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dilaporkan masih kosong, walaupun negara-negara anggota sudah menjanjikan dalam bantuan miliaran dolar AS.

Sumber yang mengetahui kondisi dewan itu menjelaskan kepada AFP bahwa dana rekonstruksi Gaza yang dikelola Bank Dunia (World Bank) dan didukung PBB hingga saat ini belum menerima dana dari para donor.

Sebagai informasi, Trump pertama kali menggagas pembentukan dewan tersebut untuk membangun kembali Gaza, usai Israel dan Hamas menyepakati gencatan senjata yang didukung AS pada Oktober lalu untuk menghentikan perang dahsyat yang sudah berlangsung selama dua tahun.

Tetapi, langkah Trump mengundang berbagai pihak ke dalam dewan itu sempat memicu perhatian, termasuk undangan kepada Presiden Rusia Vladimir Putin dan sejumlah negara yang selama ini jauh dari diplomasi tradisional Timur Tengah (Timteng).

Sejak Board of Peace dibentuk, dana resminya yang dikelola Bank Dunia belum menerima setoran apa pun dari negara donor.

Sumber tersebut menjelaskan dana belum disalurkan karena mekanisme pendanaan itu memang dirancang untuk fase rekonstruksi dan pembangunan, yang hingga saat ini belum dimulai.

Namun, operasi militer Israel di Gaza masih terus berlangsung walaupun gencatan senjata sudah disepakati. Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, sedikitnya 910 orang tewas sejak gencatan senjata diberlakukan.

Israel juga masih menguasai sekitar 60 persen wilayah Jalur Gaza, termasuk seluruh akses keluar-masuk wilayah itu, sementara sebagian besar penduduk terkonsentrasi di wilayah pesisir.

Sebelumnya, pada Rabu, 27/5/2026, Financial Times melaporkan Board of Peace yang menerima donasi langsung melalui rekening JPMorgan, mengutip pernyataan juru bicara dewan itu.

Financial Times mencatat rekening JPMorgan itu tidak mempunyai “persyaratan transparansi independen”.

Dalam unggahan di media sosial, BoP menyatakan bahwa dana yang dikelola Bank Dunia hanyalah “salah satu dari berbagai mekanisme pendanaan yang hingga kini belum dimanfaatkan oleh komunitas donor”. Dewan tersebut juga menyebut pendanaannya tetap berjalan melalui mekanisme lain.

Sejumlah negara besar Eropa memilih menjauh dari BoP, yang didominasi oleh sekutu lama AS di Timur Tengah, sekutu ideologis Trump, dan negara-negara kecil yang ingin menarik perhatian Trump.

Prancis dan Inggris juga menolak untuk bergabung.

BoP dipimpin secara langsung bukan hanya oleh AS, namun secara personal oleh Trump, yang memegang keputusan akhir dan dapat tetap memimpin dewan itu justru masa kepresidenannya berakhir.

Sebelumnya, Trump mengatakan AS akan menyumbang USD10 miliar untuk dewan tersebut. Sementara Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab masing-masing menjanjikan kontribusi minimal USD1 miliar. Sesuai piagam dewan, anggota diwajibkan membayar USD1 miliar untuk memperoleh kursi permanen.

Di sisi lain, penilaian bersama Uni Eropa dan PBB yang dipublikasikan pada April lalu memperkirakan lebih dari USD71 miliar yang dibutuhkan dalam satu dekade ke depan untuk membangun kembali Gaza yang hancur akibat perang.

PBB mengatakan kondisi kemanusiaan di wilayah itu saat ini berada dalam kondisi “kritis”. *