Rabu, 20 Mei 2026
Menu

Prabowo di DPR: Kita akan Jadi Bangsa yang Lemah, yang Selalu Takut Kurs Dolar

Redaksi
Presiden Prabowo Subianto saat berbicara mengenai Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) dalam Rapat Paripurna bersama DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 20/5/2026 | YouTube Sekretariat Presiden
Presiden Prabowo Subianto saat berbicara mengenai Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) dalam Rapat Paripurna bersama DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 20/5/2026 | YouTube Sekretariat Presiden
Bagikan:

FORUM KEADILAN – Presiden Prabowo Subianto menyinggung kelompok elite yang takut dengan kenaikan kurs dolar AS hingga mengkhawatirkan stok bahan bakar minyak (BBM) tidak cukup.

Menurutnya, sikap ketakutan itu dapat membawa Indonesia menjadi bangsa yang lemah.

“Tanpa kemakmuran kita tidak mungkin bisa jaga kedaulatan kita. Bahwa kemungkinan besar kita akan menjadi bangsa yang lemah, bangsa yang selalu takut kurs dolar, takut BBM tidak cukup, takut ini takut itu, bangsa yang takut, bangsa yang elite-nya takut,” kata Prabowo dalam Rapat Paripurna DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu, 20/5/2026.

Padahal menurutnya, Indonesia diberi karunia yang luar biasa oleh Tuhan. Tetapi, Prabowo mengaku bahwa dirinya mendapatkan fakta kekayaan Indonesia sudah mengalir keluar negara sejak era Orde Baru.

Prabowo berpandangan bahwa sistem perekonomian yang dijalankan oleh Indonesia tidak berada di rel yang tepat untuk menjadi negara makmur.

“Mungkin perbedaan kita dengan negara seperti Meksiko, India, Filipina, dan lain sebagainya adalah perbedaan sistemik. Kita harus lihat fakta, fakta kalau kita teruskan sistem seperti ini untuk sekian tahun lagi, saya yakin bahwa tidak mungkin kita menjadi bangsa yang makmur,” sambungnya.

Di sisi lain, nilai tukar rupiah di pasar spot masih tertekan pada awal perdagangan Rabu, 20/5/2026.

Rupiah dibuka di level Rp17.738 per dolar AS, melemah 0,18 persen dibandingkan penutupan hari sebelumnya yang berada di level Rp17.706 per dolar AS. Akibat pelemahan itu, rupiah menjadi mata uang dengan koreksi terdalam di kawasan Asia pada perdagangan pagi ini. *