Rabu, 20 Mei 2026
Menu

Hormati PDI Perjuangan di Luar Pemerintah, Prabowo Akui Kadang Pilu Jika Dikritik

Redaksi
Presiden Prabowo Subianto saat berbicara mengenai Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) dalam Rapat Paripurna bersama DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 20/5/2026 | YouTube Sekretariat Presiden
Presiden Prabowo Subianto saat berbicara mengenai Kerangka Ekonomi Makro dan Pokok-pokok Kebijakan Fiskal (KEM-PPKF) dalam Rapat Paripurna bersama DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 20/5/2026 | YouTube Sekretariat Presiden
Bagikan:

FORUM KEADILAN – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan apresiasinya kepada PDI Perjuangan yang memilih berada di luar pemerintahan. Menurutnya, langkah tersebut penting untuk menjaga sistem demokrasi dan pengawasan terhadap pemerintah.

“Memang tidak semua partai di sini bagian dari pemerintah dan saya hormati dan saya hargai itu. Demokrasi kita perlu check and balances. Saya paham dan saya mengerti bahwa PDIP berkorban untuk berada di luar pemerintah,” katanya, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu, 20/5/2026.

Meski mengaku lebih menyukai semangat gotong royong seluruh partai berada dalam pemerintahan, Prabowo menilai, keberadaan oposisi tetap diperlukan dalam sistem demokrasi.

“Kalau semua partai di pemerintah, alangkah manisnya. Alangkah manisnya untuk saya, tapi mungkin tidak baik. Setiap pemimpin harus mau dikritik. Setiap eksekutif harus diawasi,” ujarnya.

Prabowo juga mengaku kerap merasa sedih dengan kritik keras yang dilontarkan kader PDI Perjuangan terhadap pemerintahannya. Namun, ia menyadari kritik tersebut memiliki dasar yang baik demi mengingatkan pemerintah.

“Kadang-kadang saya malam-malam sebelum tidur, pilu hati saya. Ini anggota PDIP ini kadang-kadang kritiknya keras banget itu. Tapi saya sadar lama-lama sebetulnya mungkin ada dasarnya,” ucapnya.

Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menyinggung soal profesionalisme dalam pemerintahan, khususnya terkait proyek dan tender. Ia menegaskan bahwa latar belakang politik tidak boleh menjadi penghalang bagi pihak yang memang layak memenangkan tender.

“Kalau dia (PDIP) menang (proyek), menang aja. Jangan kita lihat latar belakangnya,” tegasnya.

Prabowo kemudian mengenang sikap Megawati Soekarnoputri saat dirinya belum berkuasa. Ia mengungkapkan bahwa Megawati pernah membantunya di bidang ekonomi dan bersikap adil dalam urusan proyek pemerintah.

“Saya nggak berkuasa waktu itu alias lontang-lantung lah. Ibu Megawati Soekarnoputri mengatakan kalau memang Prabowo yang menang tender itu jangan diganggu, diteruskan,” ungkapnya.

Menurut Prabowo, sikap tersebut kini menjadi contoh yang ia terapkan sebagai Presiden RI.

“Saya sekarang mengikuti contoh beliau. Saya sekarang Presiden, tidak boleh kita lihat latar belakang politik. Kalau dia benar, dia menang dengan benar, harus kita berikan,” pungkasnya.*

Laporan oleh: Novia Suhari