Selasa, 21 April 2026
Menu

Soroti Keselamatan Pasukan TNI di UNIFIL, DPR Minta Evaluasi Tapi Tak Mungkin Ditarik

Redaksi
Ketua DPR RI Puan Maharani (kanan), di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 21/4/2026 | Novia Suhari/Forum Keadilan
Ketua DPR RI Puan Maharani (kanan), di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 21/4/2026 | Novia Suhari/Forum Keadilan
Bagikan:

FORUM KEADILAN – Ketua DPR RI Puan Maharani, menanggapi situasi pasukan TNI yang bertugas dalam misi perdamaian di UNIFIL, di tengah meningkatnya eskalasi serangan di wilayah penugasan. Ia menekankan pentingnya keselamatan seluruh warga negara Indonesia di luar negeri, termasuk prajurit yang berada di garis depan.

“Dengan situasi geopolitik seperti ini, apa pun kita harus bisa menjaga keselamatan seluruh warga negara Indonesia yang ada di luar negeri, termasuk pasukan TNI yang kita tugaskan di garda terdepan,” katanya, di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 21/4/2026.

Ia menambahkan bahwa kesiapan pasukan, termasuk aspek logistik dan perlindungan, harus menjadi perhatian utama pemerintah.

Menurutnya, pemerintah bersama para pemangku kepentingan perlu melakukan evaluasi menyeluruh terkait kondisi di lapangan.

Sementara itu, Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto mengatakan, pandangan pribadinya terkait kemungkinan penarikan pasukan TNI dari UNIFIL. Ia menilai langkah tersebut tidak tepat, mengingat komitmen Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia.

“Ketika kita sudah berkomitmen di sana, sebaiknya jangan ditarik. Itu bagian dari amanat pembukaan UUD 1945 untuk ikut memelihara perdamaian dunia,” katanya.

Ia juga menegaskan bahwa keterlibatan Indonesia dalam UNIFIL bukan untuk ikut berperang, melainkan menjalankan misi perdamaian sebagai kekuatan sementara.

Selain itu, Utut turut menyoroti pentingnya pembekalan informasi terkini bagi pasukan di lapangan agar dapat memahami kondisi yang berkembang. Menurutnya, hal tersebut penting untuk mencegah terulangnya insiden yang tidak diinginkan.

Ia juga memastikan bahwa DPR akan segera menggelar rapat kerja dengan Menteri Pertahanan (Menhan) Sjafrie Sjamsoedin, guna membahas situasi tersebut dan isu lainnya lebih lanjut.*

Laporan oleh: Novia Suhari